Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        MUI Berbeda Pendapat soal Usulan Wamenhaj yang Minta Petugas Pelayan Jamaah Haji, 'Petugas Haji Tidak Boleh Nonmuslim'

        MUI Berbeda Pendapat soal Usulan Wamenhaj yang Minta Petugas Pelayan Jamaah Haji, 'Petugas Haji Tidak Boleh Nonmuslim' Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menanggapi wacana pelibatan masyarakat lintas agama dalam penyelenggaraan ibadah haji.

        Ia menyatakan dukungan terhadap semangat gotong royong dan kebersamaan, tetapi menegaskan bahwa petugas yang menangani pelaksanaan ibadah haji harus beragama Islam.

        Pernyataan tersebut disampaikan menyusul usulan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak yang mendorong keterlibatan masyarakat dari berbagai latar belakang agama dalam pelayanan jamaah haji Indonesia.

        Menurut Kiai Cholil, warga nonmuslim tetap dapat dilibatkan dalam ekosistem penyelenggaraan haji, khususnya untuk tugas teknis atau operasional di lapangan. Namun, keterlibatan tersebut tidak mencakup pelayanan dan pembimbingan yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah.

        “Petugas lapangan boleh, tapi bukan petugas ibadah. Karena untuk pelaksanaan ibadah, petugas haji tidak boleh dari nonmuslim,” ujar Kiai Cholil Nafis.

        Ia menilai umat Islam perlu diprioritaskan untuk mengisi posisi petugas haji selama ketersediaan sumber daya manusia masih mencukupi.

        Cholil Nafis menjelaskan, ibadah haji merupakan ritual keagamaan yang secara khusus dijalankan oleh umat Islam. Karena itu, menurutnya, semangat toleransi dan persaudaraan tetap perlu memperhatikan batas-batas pelaksanaan ibadah.

        “Tapi selagi masih ada yang muslim, baiknya itu yang muslim karena haji itu pelaksanaan ibadah yang khusus umat Islam. Toleransi dan ukhuwah itu ada tempat dan batasnya,” tegas Kiai Cholil.

        Sebelumnya, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengusulkan pelibatan kelompok agama lain dalam pelayanan jamaah haji daerah saat berkunjung ke Manado, Sulawesi Utara, Jumat (30/10/2026).

        Dahnil menyebut keterlibatan umat Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan kelompok masyarakat lainnya dapat menjadi wujud kebinekaan serta semangat gotong royong dalam pelayanan kepada jamaah.

        Menurutnya, pelayanan haji tidak hanya dapat didukung oleh umat Islam, tetapi juga seluruh elemen masyarakat melalui semangat kemanusiaan.

        “Fokus kita adalah memastikan jamaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya,” ujar Dahnil di Manado.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: