Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Krakatau Posco Ungkap Gangguan Listrik Sesaat Bisa Bikin Pabrik Baja Berhenti

        Krakatau Posco Ungkap Gangguan Listrik Sesaat Bisa Bikin Pabrik Baja Berhenti Kredit Foto: Krakatau Posco
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Krakatau Posco menyoroti pentingnya keandalan pasokan listrik untuk menjaga keberlangsungan operasional industri baja. Direktur Komersial PT Krakatau Posco Haryanto mengatakan, gangguan tegangan listrik sesaat atau under voltage berpotensi membuat operasional pabrik berhenti.

        "Kedipannya PLN itu membuat pabrik bisa stop. Hanya berkedip doang, under voltage, bubar itu," ujar Haryanto dalam paparannya di Minerba Convex 2026, Jakarta, Selasa (4/11/2026).

        Haryanto menjelaskan, Krakatau Posco memanfaatkan energi dari off-gas hasil proses pengolahan batu bara metalurgi untuk membangkitkan listrik sendiri. Sementara itu, pasokan listrik dari PT PLN (Persero) digunakan sebagai cadangan untuk mendukung kebutuhan operasional perusahaan.

        Meski demikian, dia menilai keandalan jaringan listrik PLN tetap penting bagi keberlangsungan kegiatan industri. Gangguan tegangan, meskipun berlangsung singkat, dapat mengganggu proses produksi di fasilitas pengolahan baja.

        "Makanya hari ini kita jujur dengan PLN harus sering berkomunikasi ya untuk menjaga ketahanan dari pabrik kita," tutupnya.

        Baca Juga: Konsumsi Baja RI Capai 18 Juta Ton, Krakatau Posco Soroti Tekanan Produk China

        Baca Juga: PLN Listriki 128 Desa pada 2026 dan Targetkan 199 Desa pada 2027

        Haryanto menambahkan, kebutuhan listrik yang andal menjadi penting mengingat skala produksi perusahaan di tengah besarnya pasar baja domestik. Dia menyebut konsumsi baja Indonesia mencapai 18 juta ton, sementara Krakatau Posco memproduksi sekitar 3 juta ton baja.

        Dengan demikian, produksi Krakatau Posco setara sekitar 16,7% dari konsumsi baja nasional secara matematis. Namun, angka tersebut merupakan perbandingan produksi perusahaan dengan konsumsi nasional, bukan angka pangsa pasokan domestik yang telah dikonfirmasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: