Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kalau Gibran Dimakzulkan, Relawan Ancam Tutup Jakarta: Jangan Bangunkan Singa Lagi Tidur

        Kalau Gibran Dimakzulkan, Relawan Ancam Tutup Jakarta: Jangan Bangunkan Singa Lagi Tidur Kredit Foto: Antara/Erlangga Bregas Prakoso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mulai memicu reaksi keras dari kelompok pendukungnya. Ketua Umum Pasukan Gibran Indonesia (PAGI), Fritz Alor Boy, bahkan melontarkan ancaman akan mengerahkan belasan juta massa jika ada upaya untuk mencopot Gibran dari jabatannya.

        Pernyataan keras itu muncul setelah Wakil Sekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon mendorong Gibran mundur atau dimundurkan. Dorongan tersebut berkaitan dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan surat keterangan (suket) penyetaraan ijazah yang digunakan Gibran untuk mendaftar Pilpres 2024 tidak sah dan batal demi hukum.

        Merespons hal tersebut, Fritz meminta pihak-pihak yang mendorong pemakzulan Gibran agar tidak meremehkan kekuatan pendukungnya. Ia bahkan menyebut ada 98 juta pengikut Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Gibran yang siap turun ke jalan apabila posisi orang nomor dua di Indonesia itu diganggu.

        Baca Juga: Dasco Buka Suara Usai Diisukan Jadi Wapres Pengganti Gibran: Ada Upaya...

        “Singa lagi tidur. 98 juta pengikut Pak Jokowi dan Gibran lagi tidur. Jangan bangunkan ya. Jangan bangunkan. Jangan sampai kita tutup ini Jakarta. Kita turun duduk di Jakarta. Kita tutup supermarket totalan, Anda bertanggung jawab,” kata Fritz dalam video yang beredar di media sosial, dikutip Kamis (5/11/2026).

        Selain Jansen Sitindaon, Fritz juga menyindir Denny Indrayana dan Ahmad Khozinudin agar tidak mendorong pemakzulan Gibran. Ia sesumbar pihaknya mampu mengerahkan lebih dari belasan juta orang untuk mengepung pihak-pihak yang dianggap mengancam posisi Gibran.

        “Kalau sampai kita turun demo, maka saya minta Jansen Sitindaon bertanggung jawab. Saya minta Denny Indrayana, eks HTI Khozinuddin tanggung jawab. Kalau Anda sampai ingin makzulkan Mas Gibran, kami akan turunkan lebih dari belasan juta untuk kepung Anda. Saya ingatkan Anda,” ujarnya.

        Tak hanya mengeluarkan ancaman pengerahan massa, Fritz juga menantang Jansen untuk beradu argumen secara langsung. Ia mengaku siap membahas berbagai persoalan, mulai dari aspek hukum, kebijakan, hingga posisi Gibran sebagai wakil presiden.

        “Buat Jansen, saya tantang kamu di mana kamu undang saya kita debat secara langsung. Debat hukum atau debat kebijakan atau debat tentang wapres Gibran, ya,” ungkap dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: