Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        KAI Pastikan Tak Impor KRL Bekas, Untuk Rakyat Harus Baru

        KAI Pastikan Tak Impor KRL Bekas, Untuk Rakyat Harus Baru Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan tidak akan mengimpor kereta rel listrik (KRL) bekas untuk memenuhi kebutuhan armada commuter line. Sebagai gantinya, KAI menyiapkan pengadaan 23 trainset baru yang ditargetkan terealisasi dalam waktu dua hingga tiga tahun.

        Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan, pengadaan armada KRL ke depan akan mengutamakan kereta baru demi memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat.

        "KRL kita enggak impor bekas. Kita enggak impor bekas. Pokoknya buat rakyat harus yang baru," ujar Bobby di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/11/2026).

        Bobby menyebut, pengadaan kereta baru tersebut akan melibatkan industri dalam negeri, termasuk PT Industri Kereta Api (INKA). Menurutnya, dukungan terhadap industri nasional menjadi salah satu pertimbangan dalam pengadaan armada KRL.

        "Salah satunya nanti sebagian ke INKA, ya. Wajib mendukung industri dalam negeri," katanya.

        Baca Juga: KAI Gelontorkan Rp2 Triliun untuk Bangun Jalur Kereta di Bali

        Sementara itu, untuk pengadaan dari luar negeri, Bobby menegaskan kerja sama tetap harus melibatkan industri dalam negeri.

        "Luar negeri harus kerja sama sama dalam negeri," ungkapnya.

        Terkait jumlah kebutuhan armada, Bobby menyampaikan terdapat delapan trainset yang menjadi kebutuhan mendesak. Secara keseluruhan, KAI menyiapkan pengadaan sebanyak 23 trainset baru.

        "Banyak. Jadi, ada delapan yang urgent, kemudian total 23 trainset," jelasnya.

        Bobby menargetkan realisasi pengadaan 23 trainset baru tersebut dapat dilakukan dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

        "Kita akan tercepat dua sampai tiga tahun. 23 trainset baru," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: