Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menperin Pamer Kinerja Manufaktur: PMI Tembus 54, Tertinggi Sejak Maret 2024

        Menperin Pamer Kinerja Manufaktur: PMI Tembus 54, Tertinggi Sejak Maret 2024 Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Aktivitas industri manufaktur Indonesia menunjukkan penguatan pada Oktober 2026. Hal ini tercermin dari kenaikan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia dan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang sama-sama mencatatkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

        PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global naik menjadi 54,0 pada Oktober 2026, dari posisi 52,4 pada September. Angka tersebut menjadi level tertinggi sejak Maret 2024.

        PMI di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur berada dalam fase ekspansi. Kenaikan indeks ini mengindikasikan aktivitas industri semakin meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

        Penguatan juga terlihat pada Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang diterbitkan Kementerian Perindustrian. Pada Oktober 2026, IKI naik 1,84 poin menjadi 53,77, dibandingkan 51,93 pada September. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi sejak Februari 2026.

        Kenaikan IKI terutama ditopang oleh peningkatan pesanan baru. Indeks pesanan baru tercatat mencapai 56,08, menjadi level tertinggi kedua sejak November 2022. Sementara itu, indeks produksi turut meningkat menjadi 55,38.

        Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menilai penguatan PMI dan IKI menjadi sinyal bahwa aktivitas manufaktur nasional sedang berada dalam momentum pertumbuhan.

        Menurut dia, kenaikan kedua indeks tersebut sejalan dengan pertumbuhan industri pengolahan yang juga menunjukkan penguatan.

        Baca Juga: Pertamina Serap 9.000 Ton Sagu untuk Pengeboran Migas, Kemenperin Siapkan Aturan Wajib

        Baca Juga: Menperin Buka Suara soal Listyo Sigit Cs Jadi Tersangka Penyadapan Presiden

        "Tiga indikator penting manufaktur kompak naik, yaitu PMI, Indeks Kepercayaan Industri, dan pertumbuhan industri pengolahan. Artinya, aktivitas pabrik makin bergairah, pelaku industri makin yakin, dan pertumbuhan industri makin cepat," ujar Sarmuji.

        Dia menilai peningkatan pesanan baru dan produksi pada Oktober menjadi indikasi bahwa momentum pertumbuhan manufaktur masih berlanjut pada awal kuartal IV 2026.

        Pemerintah, lanjut Sarmuji, perlu menjaga momentum tersebut agar peningkatan permintaan dapat diimbangi dengan kapasitas produksi dan investasi industri.

        "Momentum ini harus kita jaga supaya membawa manfaat yang luas dan berkelanjutan bagi perekonomian, lapangan kerja, dan daya saing industri kita," katanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: