Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rusia Langsung Buka Suara Usai Trump dan Partai Republik Kalau di Pemilu Sela AS

        Rusia Langsung Buka Suara Usai Trump dan Partai Republik Kalau di Pemilu Sela AS Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Rusia berharap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak menghentikan upaya perdamaian untuk mengakhiri konflik Ukraina, meskipun Partai Republik kehilangan kendali atas Senat dan DPR dalam pemilu sela.

        Harapan tersebut disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, saat menanggapi kemungkinan perubahan dinamika hubungan Moskow dan Washington setelah Partai Demokrat menguasai Kongres AS.

        Peskov menegaskan, Trump masih menjabat sebagai presiden sehingga Rusia berharap inisiatif diplomatik yang selama ini dijalankan tetap berlanjut.

        "Presiden Trump masih menjabat, dan kami sangat berharap dia akan melanjutkan upaya perdamaiannya," kata Peskov pada Rabu (4/11), seperti dikutip Russia Today.

        Dia juga menyebut sudah ada kemajuan dalam proses diplomasi Rusia, Ukraina, dan AS. Menurutnya, putaran perundingan trilateral berikutnya dalam waktu dekat akan segera digelar.

        Meski demikian, Peskov enggan berspekulasi mengenai kemungkinan Kongres baru yang dikuasai Demokrat menghambat langkah diplomatik Trump. Dia menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan urusan dalam negeri AS.

        Pernyataan Moskow itu muncul sehari setelah Partai Demokrat berhasil merebut kendali Senat dan DPR dalam pemilu sela yang berlangsung Selasa (3/11). Hasil tersebut sekaligus mengakhiri dominasi Partai Republik di dua lembaga legislatif AS.

        Kongres baru yang dikuasai Demokrat dijadwalkan mulai menjalankan tugasnya pada Januari 2027. Perubahan komposisi politik tersebut menjadi salah satu perkembangan yang diperhatikan Moskow dalam hubungan bilateral kedua negara.

        Baca Juga: Dulu Kena Sanksi, Kini Rusia Kirim 40.000 Metrik ton Solar ke AS

        Di sisi lain, Rusia, Ukraina, dan AS dijadwalkan kembali menggelar perundingan damai trilateral di Abu Dhabi pada 10-11 November. Utusan Khusus AS Steve Witkoff sebelumnya menyebut pembahasan akan berfokus pada de-eskalasi konflik dan langkah-langkah kemanusiaan.

        Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov menegaskan bahwa perkembangan politik di Washington tidak akan mengubah sikap Moskow terhadap Ukraina maupun kebijakan luar negerinya. Dia juga menggambarkan pendekatan Partai Demokrat terhadap Rusia sebagai "sangat negatif".

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: