Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bitcoin Ambruk ke US$75.000, Pasar Kripto Kompak Babak Belur

        Bitcoin Ambruk ke US$75.000, Pasar Kripto Kompak Babak Belur Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga Bitcoin (BTC) kembali tertekan hingga mendekati US$75.000 setelah anjlok 5,87 persen dalam 24 jam terakhir pada perdagangan Jumat (6/11/2026). Pelemahan tersebut turut menyeret sejumlah aset kripto utama seperti Ethereum, Solana, dan XRP ke zona merah.

        Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 10.43 WIB, harga Bitcoin berada di level US$75.845 atau sekitar Rp1,37 miliar per koin. Sepanjang perdagangan, BTC bergerak dalam rentang Rp1,361 miliar hingga Rp1,463 miliar per koin.

        Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sebesar Rp27,63 kuadriliun dengan volume transaksi dalam 24 jam mencapai Rp885,88 triliun.

        Tekanan terhadap aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut juga terlihat dalam pergerakan jangka pendek. Dalam sepekan terakhir, Bitcoin terkoreksi 2,64 persen, sedangkan dalam 30 hari terakhir harganya telah anjlok 9,88 persen.

        Melansir CoinPedia, Bitcoin sempat mengalami fluktuasi tajam hingga menyentuh US$81.000 sebelum kembali merosot ke US$75.845. Pergerakan tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan jual di pasar kripto.

        Salah satu pemicu pelemahan berasal dari sentimen penghindaran risiko (risk-off) di pasar keuangan global. Tekanan terhadap saham teknologi dan produsen semikonduktor yang terkait dengan industri kecerdasan buatan (AI) turut membebani aset kripto.

        Nasdaq dilaporkan merosot lebih dari 2 persen. Kondisi tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap Bitcoin yang dalam beberapa waktu terakhir bergerak seperti aset berisiko dengan sensitivitas tinggi terhadap likuiditas pasar.

        Selain tekanan dari pasar saham, sentimen negatif juga berasal dari kekhawatiran berkepanjangan terkait insiden keamanan platform kripto dan pembekuan penarikan dana. Pengawasan jaringan di sekitar platform terkait Binance turut mendorong pedagang jangka pendek mengurangi eksposur risiko.

        Tekanan tersebut tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar lainnya juga mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan pagi.

        Ethereum (ETH) melemah 8,07 persen menjadi Rp40,44 juta per koin. Solana (SOL) turun 7,08 persen ke level Rp1,62 juta per koin, sedangkan XRP anjlok 8,13 persen menjadi Rp21.845 per koin.

        Baca Juga: Bitcoin Rebound ke US$80.000, Indodax Pantau Arah Kebijakan Global dan Pasar Kripto RI

        Baca Juga: Bitcoin Mendadak Bangkit ke US$80.000, Usai Trump Kalah di Pemilu Sela

        BNB juga terkoreksi 3,15 persen menjadi Rp12,56 juta per koin. Sementara itu, TRON (TRX) relatif lebih stabil meski masih berada di zona merah dengan pelemahan 0,21 persen menjadi Rp5.763 per koin.

        Tekanan lebih dalam terjadi pada sejumlah aset kripto lainnya. Dogecoin (DOGE) anjlok 7,14 persen menjadi Rp1.299 per koin, Cardano (ADA) melemah 7,55 persen menjadi Rp3.322 per koin, sedangkan Chainlink (LINK) terkoreksi 6,44 persen ke level Rp196.606 per koin.

        Di tengah mayoritas aset kripto yang melemah, Bitcoin Cash (BCH) justru bergerak berlawanan arah. Aset tersebut mencatatkan penguatan 2,34 persen menjadi Rp4,92 juta per koin.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: