Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Makna dari Batik yang Dikenakan Jokowi di Sidang PN Jaktim: 'Meski Hidup Sedang Ditimpa Kesulitan, Tapi Tetap Melawan!'

        Makna dari Batik yang Dikenakan Jokowi di Sidang PN Jaktim: 'Meski Hidup Sedang Ditimpa Kesulitan, Tapi Tetap Melawan!' Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya menepis tudingan terkait keaslian riwayat pendidikannya. Saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Kamis (5/11/2026).

        Ayah kandung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu secara langsung menunjukkan wujud fisik ijazah Universitas Gadjah Mada (UGM) miliknya.

        Dalam persidangan tersebut, Jokowi tidak hanya membawa ijazah sarjana, Ia turut menunjukkan kelengkapan ijazah lainnya mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Merespons keraguan teknis di publik, ia juga bersaksi bahwa pada tahun 1985, terdapat ribuan skripsi yang sudah dicetak menggunakan font Times New Roman.

        Selain substansi pembuktian di meja hijau, penampilan Jokowi dalam persidangan tersebut turut menyita perhatian. Mantan kepala negara ini tampil mengenakan kemeja batik Jawa dengan motif parang.

        Budayawan Jawa, Dwi Pengik, menyoroti secara khusus pakaian yang dikenakan Jokowi saat menunjukkan ijazahnya.

        Ia membeberkan bahwa batik tersebut memiliki ciri-ciri motif miring diagonal yang menyerupai ombak atau pedang melintang, dengan paduan warna cokelat dan krem khas pakem keraton Solo atau Yogyakarta, serta garis motif yang saling menyambung tanpa terputus.

        Dwi menjelaskan bahwa motif tersebut merupakan jenis "Parang Rusak". Secara etimologi, parang diartikan sebagai pedang atau senjata, sementara rusak berarti hancur atau pecah.

        "Maknanya melambangkan seseorang yang tidak pernah menyerah. Meskipun kehidupannya hancur atau penuh kesulitan, ia tetap berjuang atau melawan tanpa henti hingga meraih kemenangan," urai Dwi, membongkar pesan filosofis di balik pakaian yang dikenakan Jokowi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: