Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Haji Isam Kuasai 30,25% Saham Bayan Lewat Jhonlin, Apakah Pengendali Berubah?

        Haji Isam Kuasai 30,25% Saham Bayan Lewat Jhonlin, Apakah Pengendali Berubah? Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Struktur kepemilikan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berubah signifikan. PT Jhonlin Baratama, perusahaan pertambangan milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, kini menjadi pemegang saham langsung terbesar dengan kepemilikan 30,25% atau 10,084 miliar saham.

        Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan efek (LBRE) Oktober 2026 yang disampaikan Jumat (6/11/2026), kepemilikan langsung pendiri Bayan Resources, Dato' Low Tuck Kwong, turun menjadi 8,3% (2,76 miliar saham) per 31 Oktober 2026, dari 40,25% pada akhir September 2026. Penurunan sekitar 31,95% itu terjadi setelah pengalihan saham kepada Jhonlin Baratama rampung.

        Meski kepemilikan langsungnya menyusut, kendali Dato' Low belum otomatis berakhir. Putrinya, Elaine Low, tercatat memiliki 22,002% (7,33 miliar saham), sedangkan Low Nyi Ngo menguasai 0,187% (62,36 juta saham). Jika digabungkan dengan kepemilikan langsung Dato' Low, totalnya mencapai 30,489%.

        Laporan tersebut juga masih mencatat Dato' Low sebagai pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner (UBO) dengan kepemilikan agregat 30,31%. Sementara itu, PT Sumber Suryadana menguasai 10% saham BYAN.

        Baca Juga: Haji Isam Masuk BYAN, Kursi Direksi dan Komisaris Dirombak

        Baca Juga: Saham Bayan (BYAN) Bikin Heboh! Transparansi dan Independensi Pasar Modal RI Dipertanyakan

        Perubahan struktur pemegang saham turut diikuti kenaikan porsi saham publik (free float) menjadi 23,29% pada akhir Oktober 2026, dari 21,29% pada bulan sebelumnya. Jumlah investor BYAN berdasarkan Single Investor Identification (SID) tercatat sebanyak 8.019.

        Hingga penutupan perdagangan Jumat (6/11/2026), saham BYAN menguat 0,6% atau 50 poin ke Rp8.625 per saham. Namun, secara mingguan saham ini melemah 3,8%, sedangkan dalam sebulan terkoreksi 31,2%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Merlina Aryanti
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: