Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Aktivis 98 sebut Program Unggulan Prabowo Disabotase, 'Geng itu Sekarang Makin Berani Menyadapmu Pak'

        Aktivis 98 sebut Program Unggulan Prabowo Disabotase, 'Geng itu Sekarang Makin Berani Menyadapmu Pak' Kredit Foto: Dok. BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Aktivis 98 Nicho J. Silalahi mengaku telah mengingatkan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu mengenai potensi ancaman yang ia sebut sebagai “kudeta merangkak”.

        Ia menilai sejumlah peristiwa yang terjadi belakangan ini mengindikasikan adanya upaya untuk melemahkan kepemimpinan Prabowo.

        Nicho mengutip pemberitaan Warta Ekonomi pada 10 Juni 2026 berjudul “Nicho Silalahi Peringatkan Prabowo: Hati-Hati Kudeta Merangkak” sebagai bukti bahwa dirinya pernah menyampaikan peringatan tersebut.

        Dalam pernyataannya, Nicho menuding sejumlah program unggulan pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terkesan mengalami sabotase.

        Ia juga mengaitkan sejumlah aksi massa yang berujung penjarahan dengan dugaan adanya pihak yang mengorkestrasi kerusuhan untuk mendelegitimasi pemerintahan Prabowo.

        “Tentang potensi ancaman KUDETA MERANGKAK, banyak program unggulanmu yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat terkesan disabotase. Bahkan sudah terjadi beberapa aksi massa yang terlihat jelas diorkestrasi untuk melakukan penjarahan, dengan tujuan mendelegitimasi kepemimpinanmu, Pak Prabowo,” kata Nicho dalam pernyataan X, dikutip Jumat (6/11/2026).

        Lebih lanjut, ia menyoroti dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo yang belakangan menjadi perhatian publik. Nicho menduga tindakan tersebut merupakan bentuk eskalasi dari ancaman politik yang sebelumnya pernah ia sampaikan.

        “Sayangnya para perusuh yang dimobilisasi itu tidak pernah diusut tuntas hingga ke dalang utamanya. Kini Geng itu sekarang lebih jauh dan berani sampai melakukan penyadapan terhadap dirimu,” ujarnya.

        Nicho bahkan menyebut dugaan penyadapan terhadap Prabowo sebagai bentuk nyata upaya makar yang bertujuan menggulingkan presiden dan membuka jalan bagi pihak lain untuk mengambil alih kekuasaan.

        Atas dasar itu, ia mendesak Prabowo melakukan evaluasi terhadap jajaran kabinetnya, terutama pihak-pihak yang menurutnya berasal dari faksi yang ia sebut sebagai “Geng Solo”.

        “Sekaranglah waktunya membersihkan kabinetmu dari Faksi Geng Solo. Jika pembersihan itu Bapak lakukan, maka saya pastikan rakyat yang mencintai negeri ini akan sepenuh hati dan jiwa raganya mendukungmu,” kata Nicho.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: