- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
BEI Bongkar Peta Transaksi CASA, FUJI, dan NSSS, Angkanya Bikin Melongo
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Bursa Efek Indonesia (BEI) menemukan konsentrasi transaksi ekstrem pada tiga saham emiten yang tengah diperiksa, yakni PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA), PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI), dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS). Bahkan, enam investor menyumbang sekitar 98% dari total transaksi saham CASA selama periode pemeriksaan.
Temuan tersebut menjadi yang paling mencolok dibandingkan dua saham lainnya. Pada saham FUJI, 16 investor menyumbang sekitar 87% transaksi, sedangkan pada NSSS sebanyak 19 investor berkontribusi sekitar 52% dari total perdagangan.
Berdasarkan pengumuman BEI tertanggal 6 November 2026, pemeriksaan dilakukan setelah otoritas bursa mengidentifikasi konsentrasi transaksi dari sejumlah investor yang melakukan perdagangan melalui beberapa Anggota Bursa (AB).
"Bursa meminta kepada pihak-pihak terkait untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," tegas BEI dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).
Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan perdagangan efek untuk memastikan aktivitas pasar modal berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien.
Dalam pemeriksaan saham CASA, BEI menelusuri aktivitas perdagangan pada periode 26 Oktober hingga 2 November 2026. Hasil identifikasi menunjukkan transaksi enam investor melalui enam Anggota Bursa menyumbang sekitar 98% dari total perdagangan saham tersebut.
Artinya, hanya enam investor yang berkontribusi hampir seluruh aktivitas transaksi CASA selama periode yang diperiksa. Meski demikian, BEI belum mengungkap identitas investor maupun Anggota Bursa yang terlibat.
Selanjutnya, BEI memeriksa saham FUJI untuk periode 2 Maret hingga 30 Oktober 2026. Dalam rentang tersebut, otoritas bursa mengidentifikasi 16 investor yang melakukan transaksi melalui 10 Anggota Bursa.
Kelompok investor tersebut menyumbang sekitar 87% dari keseluruhan transaksi saham FUJI. Konsentrasi tersebut menunjukkan sebagian besar aktivitas perdagangan saham tersebut berasal dari kelompok investor yang menjadi perhatian BEI.
Sementara itu, pemeriksaan saham NSSS mencakup periode 1 Desember 2025 hingga 30 Oktober 2026. BEI mengidentifikasi 19 investor yang bertransaksi melalui 15 Anggota Bursa.
Kontribusi transaksi kelompok investor tersebut mencapai sekitar 52% dari total perdagangan NSSS selama periode pemeriksaan.
Dibandingkan CASA dan FUJI, konsentrasi transaksi NSSS relatif lebih rendah. Namun, saham tersebut melibatkan jumlah investor dan Anggota Bursa terbanyak dalam pengumuman pemeriksaan BEI.
Pengumuman tersebut ditandatangani Pelaksana Tugas Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan dan Kepala Divisi Kepatuhan Anggota Bursa Fajar Piscesa.
BEI belum mengungkap identitas para investor maupun hasil akhir pemeriksaan terhadap ketiga saham tersebut. Otoritas bursa juga belum mengumumkan adanya sanksi atau menetapkan pelanggaran perdagangan efek.
Baca Juga: Saham HSC Masih Muncul di IHSG, BEI Ungkap Penyebabnya
Baca Juga: Simulasi IHSG Tanpa Saham HSC Tembus 6.120, Bobot Bank Besar Makin Dominan
Dengan demikian, temuan konsentrasi transaksi tersebut belum dapat disimpulkan sebagai praktik manipulasi pasar. BEI masih perlu menuntaskan pemeriksaan untuk menentukan apakah aktivitas perdagangan yang teridentifikasi melanggar ketentuan pasar modal.
Di tengah pemeriksaan, BEI mengimbau investor memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan masing-masing emiten sebelum mengambil keputusan investasi.
Pengumuman BEI mencatat enam investor dalam pemeriksaan CASA, 16 investor pada FUJI, dan 19 investor pada NSSS. Namun, jumlah tersebut merupakan rincian untuk masing-masing saham dan belum tentu mewakili 41 investor berbeda.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Annisa Nurfitri