Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Said Didu Soroti Gibran Tak Masuk Target Penyadapan: Ada Keberpihakan!

        Said Didu Soroti Gibran Tak Masuk Target Penyadapan: Ada Keberpihakan! Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menyoroti dugaan tidak adanya nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam daftar pihak yang menjadi target penyadapan. Menurut dia, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya keberpihakan dalam operasi penyadapan yang menyeret nama Presiden Prabowo Subianto.

        Said Didu bahkan mempertanyakan mengapa penyadapan disebut hanya menyasar Presiden, sementara Wakil Presiden tidak termasuk di dalamnya. Ia menilai hal tersebut perlu menjadi perhatian dalam mengungkap pihak-pihak yang berada di balik dugaan operasi tersebut.

        “Jadi benar juga liarnya ini. Karena wapres enggak disadap, artinya ada keberpihakan yang menyadap,” kata Said Didu.

        Ia menegaskan, pernyataannya tersebut bukan kesimpulan mengenai siapa pihak yang terlibat, melainkan merujuk pada informasi mengenai sasaran penyadapan yang hanya menyebut Presiden Prabowo. Said Didu juga mengingatkan bahwa identitas pihak yang diduga menjadi pengguna akhir atau end user masih harus dibuktikan.

        “Bukan kesimpulan, ini fakta bahwa disadap hanya presiden. Artinya Sigit dan end user (pengguna akhir) kita enggak tahu, memang mengancam Prabowo bukan mengancam Gibran gitu loh,” ujarnya.

        Said Didu sebelumnya juga mempertanyakan apakah dugaan penyadapan tersebut merupakan inisiatif para pelaku atau ada pihak lain yang menjadi pengguna akhir dari operasi itu. Menurut dia, pengusutan perkara seharusnya dapat menelusuri siapa yang berada di balik dugaan tindakan tersebut.

        “kenapa dikaitkan judul ini? Saya pikir bisa juga karena yang disadap hanya Presiden, Wapres enggak gitu loh,” kata Said Didu.

        Baca Juga: Terseret Isu Penyadapan Listyo Sigit Cs, Bahlil Bilang Abuleke Ini

        Kasus dugaan penyadapan ini telah menyeret empat orang sebagai tersangka, yakni mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ahrie Sonta, Eko Hadi Santoso, dan Slamet Uliandi. Sementara itu, Kabareskrim Komjen Asep Safrudin menyatakan penyidik akan menelusuri pihak yang diduga memberikan perintah.

        “Semua akan kita telusuri,” kata Asep.

        Polri sebelumnya menyatakan pengusutan perkara dilakukan oleh tim yang dipimpin Kabareskrim. Kadiv Humas Polri Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut perkembangan penanganan kasus akan disampaikan secara transparan dan akuntabel kepada masyarakat

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: