Kredit Foto: Ist
Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menilai serangan politik yang terus berputar ke Presiden ke-7 RI Joko Widodo dapat dihentikan jika Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatan Wakil Presiden. Menurutnya, langkah tersebut dapat membuat Jokowi maupun Gibran tidak lagi menjadi bagian dari sasaran serangan yang sama.
Burhanuddin menyampaikan pandangan tersebut saat berbincang dalam podcast Bang Don Zuper Opini, dikutip Sabtu (7/11/2026). Ia secara terbuka menyarankan Gibran mengundurkan diri dari jabatannya sebagai orang nomor dua di Indonesia.
“Menurut saya lebih baik Mas Gibran mundur,” ujar Burhanuddin.
Ia menjelaskan, pengunduran diri Gibran dapat menjadi jalan untuk menghentikan pola serangan yang selama ini terus menyeret nama Jokowi dan putra sulungnya tersebut. Dengan begitu, keduanya tidak perlu terus menjadi bagian dari pusaran serangan politik.
Dalam kesempatan yang sama, Burhanuddin juga menyoroti strategi politik dua partai yang menurutnya sama-sama mengangkat kejayaan masa lalu. Kedua partai tersebut adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Demokrat.
“Ada dua partai yang jualan masa lalu. Satu PSI, yang kedua Demokrat,” tegasnya.
Baca Juga: Terungkap Alasan Nama Gibran Tak Masuk Ikrar Buruh untuk Jaga Prabowo
Menurut Burhanuddin, PSI mengangkat masa pemerintahan Jokowi, sedangkan Demokrat menjual nostalgia era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menilai kecenderungan tersebut muncul ketika masyarakat merasa kecewa terhadap kondisi pemerintahan saat ini.
“Kalau misalnya kita kecewa dengan hari ini, kita mencari kejayaan masa lalu,” jelasnya.
Burhanuddin juga menyebut elektabilitas PSI justru meningkat ketika kekecewaan terhadap pemerintah terjadi. Pola serupa, menurutnya, turut terlihat pada Partai Demokrat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: