Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik sampai 31 Desember 2026, Ini Perintah Prabowo

        Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik sampai 31 Desember 2026, Ini Perintah Prabowo Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak mengalami kenaikan hingga 31 Desember 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, kebijakan tersebut juga berlaku untuk subsidi elpiji meskipun harga minyak dunia sedang meningkat akibat konflik geopolitik.

        "Mau harga berapa pun, harga subsidi BBM tetap harganya sama sampai dengan 31 Desember 2026," ujar Bahlil dalam acara pelantikan DPD I Partai Golkar Maluku yang disiarkan melalui YouTube Kabar Golkar, Sabtu (7/11/2026).

        Bahlil mengatakan, keputusan mempertahankan harga BBM subsidi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Prabowo disebut meminta pemerintah merumuskan kebijakan energi yang tidak memberikan beban terlalu besar kepada masyarakat yang berhak menerima subsidi.

        "Tapi, Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada saya agar merumuskan kebijakan energi yang tepat untuk tidak memberikan beban yang terlalu besar kepada masyarakat yang harus mendapatkan subsidi. Maka, subsidi BBM sekarang tidak kita naikkan," kata Bahlil.

        Ia menegaskan pemerintah tetap memberikan subsidi BBM dan elpiji di tengah situasi geopolitik dunia yang belum menentu. Menurut Bahlil, dampak konflik di Timur Tengah turut memengaruhi kondisi energi di berbagai negara, termasuk sektor bahan bakar minyak.

        "Jadi, tidak ada kenaikan Bapak-Ibu semua untuk subsidi BBM. Jadi, tetap kita lakukan subsidi. Termasuk elpiji," ucapnya.

        Bahlil juga mengungkapkan bahwa harga normal minyak saat ini sudah berada di atas Rp20.000 per liter. Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran tekanan yang dihadapi sektor energi akibat perkembangan situasi global.

        "Harga minyak normal sekarang sebenarnya itu sudah mencapai Rp 20.000 per liter. Di atas Rp 20.000 per liter. Itu harga normalnya," ujarnya.

        Baca Juga: Bahlil Sentil Senior yang Tuding Dirinya Terlibat Penyadapan Prabowo: Sok Pintar Bicara

        Di tengah kenaikan harga minyak dunia, Bahlil menyebut Indonesia masih termasuk negara yang mampu mempertahankan harga BBM bersubsidi. Pemerintah, kata dia, berupaya menjaga kebijakan subsidi agar masyarakat tidak ikut menanggung beban kenaikan harga energi global.

        Selain memastikan harga BBM subsidi tetap, Bahlil juga menyinggung kebutuhan pasokan energi di Provinsi Maluku. Ia telah meminta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menambah kuota minyak tanah menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, sekaligus mengantisipasi kebutuhan saat memasuki bulan puasa.

        "Saya sudah minta kepada BPH Migas, kebetulan di bawah Kementerian ESDM, untuk memberikan kuota tambah menjelang Natal, Tahun Baru, kemudian masuki puasa. Bikin saja kuotanya agak lebih dikit, supaya tidak ada lagi persoalan minyak tanah yang ada di wilayah Provinsi Maluku," kata Bahlil.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: