Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Belum Dibuka ke Publik, Empat Dugaan Motif Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Makin Liar Termasuk Soal Bisnis

        Belum Dibuka ke Publik, Empat Dugaan Motif Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Makin Liar Termasuk Soal Bisnis Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Akbar Faizal menyebut empat dugaan motif di balik penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan ribuan nomor lainnya. Hal itu disampaikan Akbar dalam siniar Akbar Faizal Uncensored yang tayang pada 6 November 2026.

        Diskusi tersebut menghadirkan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso dan pakar intelijen Universitas Indonesia Stanislaus Riyanta.

        Akbar menyebut dugaan pertama berkaitan dengan tindakan makar. Menurut dia, perkara tersebut memiliki skala besar dan melibatkan pihak-pihak dengan profil tinggi.

        “Pertama itu dugaan tindakan makar, pasti Istana sudah bersikap,” kata Akbar.

        Namun, Sugeng mengingatkan bahwa Polri sejauh ini belum menyatakan adanya unsur makar dalam perkara tersebut. Ia meminta pernyataan Istana juga tidak diperlakukan sebagai kesimpulan yang mengikat atau memengaruhi proses penyidikan. Menurut Sugeng, pernyataan Istana sebaiknya dipandang sebagai dorongan agar penegakan hukum berjalan sesuai mekanisme.

        Dugaan motif kedua yang disampaikan Akbar adalah kepentingan politik kelompok. Ia menyinggung tidak adanya sejumlah nama dari lingkaran "Geng Solo" dalam daftar lebih dari 6.000 nomor yang menurut informasinya menjadi sasaran penyadapan.

        Akbar mempertanyakan mengapa nama Pratikno, Kaesang, Gibran, dan Bobby tidak masuk dalam daftar tersebut.

        Menanggapi hal itu, Sugeng menegaskan bahwa ketiadaan nama dalam daftar hanya dapat dipandang sebagai indikasi. “Indikasi itu bukan barang bukti. Bukan alat bukti,” ujar Sugeng. Meskipun begitu, ia menjelaskan bahwa indikasi dapat menjadi petunjuk awal bagi penyidik untuk mencari alat bukti.

        Dugaan ketiga berkaitan dengan ketakutan kehilangan kekuasaan dan pengaruh. Akbar mengaku menerima informasi bahwa aktivitas penyadapan semakin masif ketika mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo mendengar kabar dirinya akan diganti.

        Berkenaan dengan itu, Stanislaus juga menyampaikan informasi dari narasumber yang dipercaya mengenai aktivitas penyadapan yang disebut telah berlangsung sekitar dua tahun.

        “Penyadapan ini yang kita bicarakan ini sudah dua tahun,” kata Stanislaus.

        Menurut dia, penyadapan tersebut bukan baru terjadi belakangan, tetapi menjadi masif ketika Listyo Sigit mendengar akan diganti. Ia menduga informasi yang diperoleh melalui penyadapan dapat digunakan sebagai kartu truf untuk menyandera pihak tertentu.

        Baca Juga: Bukan Pengkhianatan, Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit 'Kemungkinan' Demi Rakyat

        Dugaan motif keempat yang dipaparkan Akbar adalah perlindungan kepentingan bisnis dan korporasi. Ia menyebut adanya informasi mengenai uang yang dikumpulkan oleh mantan Kapolri dalam jumlah besar.

        Akbar mengakui informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi karena sifatnya sangat rahasia. Ia berharap proses peradilan nantinya dapat mengungkap persoalan tersebut.

        Ia juga menduga penyadapan berkaitan dengan pelayanan politik atas nama masa lalu dan fasilitas politik yang diberikan kepada Listyo Sigit.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: