Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Singgung Pengkhianat, Bahlil: Saya Tahu Orangnya

        Singgung Pengkhianat, Bahlil: Saya Tahu Orangnya Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengaku telah mengetahui pihak yang berada di balik peredaran selebaran digital yang dinilainya berisi informasi bohong. Ia menduga ada pihak yang tidak loyal terhadap kepemimpinannya sedang memainkan intrik politik di internal partai.

        Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat menghadiri pelantikan DPD I Partai Golkar Maluku di Ambon, Sabtu (7/11/2026). Dalam acara yang disiarkan melalui kanal YouTube Kabar Golkar itu, Bahlil menyinggung adanya flyer yang dibuat untuk memunculkan persoalan di tubuh partai.

        Bahlil mengaku memahami taktik yang digunakan pihak di balik selebaran tersebut. Ia bahkan mengaku tidak asing dengan intrik politik dan menyatakan telah mengetahui pola gerakan mereka.

        Setelah menyinggung peredaran flyer, Bahlil berbicara mengenai loyalitas dan pengkhianatan. Ia mengaitkan kesetiaan dengan karakter masyarakat Indonesia Timur yang menurutnya menjunjung tinggi loyalitas dan kepatuhan kepada pemimpin.

        Bahlil kemudian menyindir pihak yang dinilainya menjalankan politik pecah belah atau devide et impera. Namun, ia tidak menyebutkan secara spesifik siapa pihak yang dimaksud maupun selebaran mana yang menjadi sasaran pernyataannya.

        Pernyataan Bahlil muncul di tengah beredarnya flyer digital mengenai rencana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar pada 29 November 2026 di Ancol, Jakarta.

        Poster yang beredar di media sosial X tersebut menampilkan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai calon ketua umum. Selebaran itu juga memuat ajakan menyelamatkan Partai Golkar dari kelompok yang disebut sebagai Geng Solo.

        Namun, Golkar membantah adanya agenda Munaslub tersebut.

        Ahmad Doli juga menegaskan tidak memiliki keterkaitan dengan penyebaran poster digital itu. Ia mengaku tidak mengetahui adanya isu penyelenggaraan Munaslub pada 29 November 2026.

        Doli menyatakan tidak terlibat dalam pembuatan maupun penyebaran flyer yang mencatut namanya sebagai calon ketua umum.

        Dengan demikian, peredaran selebaran mengenai Munaslub Golkar tersebut telah memunculkan tanggapan dari dua pihak, yakni Bahlil yang menyinggung adanya intrik politik di internal partai dan Doli yang membantah keterlibatannya dalam isu tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: