Antisipasi Ancaman Komputasi Kuantum, PERURI Siapkan Pemetaan Aset Digital
Kredit Foto: Istimewa
PERURI mendorong kesiapan menghadapi ancaman komputasi kuantum terhadap keamanan informasi digital. Salah satu langkah yang dibahas adalah penerapan Post-Quantum Cryptography (PQC), teknologi kriptografi yang dirancang untuk menghadapi potensi serangan komputer kuantum di masa depan.
Topik tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam PERURI Digital Summit 2026 yang berlangsung pada Oktober lalu di Taman Kota PERURI, Jakarta Selatan.
Dalam diskusi hari pertama, para narasumber menyoroti ancaman Harvest Now, Decrypt Later. Ancaman ini merujuk pada praktik pengumpulan data terenkripsi saat ini untuk kemudian didekripsi ketika kemampuan teknologi komputasi kuantum telah berkembang.
Risiko tersebut membuat organisasi perlu mulai mengevaluasi sistem keamanan digital yang digunakan. Langkah awalnya dapat dilakukan melalui pemetaan aset digital, identifikasi sistem kriptografi, evaluasi risiko, serta penentuan prioritas penyesuaian teknologi berdasarkan tingkat sensitivitas informasi.
Direktur Digital Business PERURI, Edwin Purwandesi, mengatakan PERURI terlibat dalam kelompok kerja persiapan menghadapi perkembangan teknologi pascakuantum. Salah satu tahap awal yang disiapkan adalah mekanisme dan perangkat untuk memindai inventaris aset digital yang berpotensi terdampak.
Menurut Edwin, pemetaan tersebut diperlukan untuk memahami potensi risiko pada sistem keamanan digital. Dengan demikian, langkah mitigasi dan penyesuaian teknologi dapat dilakukan secara bertahap.
Sementara itu, Eko Yon Handri dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menekankan pentingnya kesiapan institusi dalam mengadopsi PQC. Evaluasi sistem keamanan digital perlu dilakukan sejak dini agar perlindungan data tetap terjaga seiring perkembangan kemampuan komputasi kuantum.
Pembahasan berlanjut pada hari kedua melalui sesi masterclass bertajuk “Quantum Safe in Practice: Penerapan ML-KEM dan ML-DSA dari Perspektif Pembangun dan Penguji Sistem”. Sesi ini membahas penerapan algoritma kriptografi tahan kuantum, kesiapan arsitektur sistem, dan metode pengujian keamanan.
Melalui pembahasan tersebut, PERURI mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mempersiapkan sistem keamanan digital menghadapi perkembangan komputasi kuantum. Langkah antisipatif ini dinilai penting untuk menjaga keamanan data dan infrastruktur strategis nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat