Rizky Ridho Bongkar Penyebab Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania dan Kuwait, Ada Tim yang Menolak Pindah Venue
Kredit Foto: PSSI
Bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho, mengungkapkan kronologi batalnya dua pertandingan uji coba Skuad Garuda melawan Yordania dan Kuwait pada FIFA Matchday November 2026.
Selain persoalan keamanan di kawasan Timur Tengah, rencana pemindahan lokasi pertandingan ternyata juga menemui kendala karena salah satu calon lawan menolak.
Timnas Indonesia sebelumnya dijadwalkan menjalani dua pertandingan persahabatan di Amman, Yordania. Skuad asuhan John Herdman rencananya menghadapi tuan rumah pada 13 November 2026, kemudian melawan Kuwait empat hari berselang atau 17 November.
Namun, rencana tersebut akhirnya tidak terlaksana. Situasi keamanan di kawasan Asia Barat menjadi salah satu pertimbangan yang membuat sejumlah pemain keberatan menjalani pertandingan di Yordania.
Rizky Ridho mengungkapkan, para pemain telah mendapatkan informasi mengenai perkembangan situasi di kawasan tersebut. Kekhawatiran muncul setelah mereka mengikuti pemberitaan mengenai kondisi keamanan di sekitar Yordania.
"Kami mendapatkan informasi dari pelatih. Awalnya, rencananya kami akan bermain melawan Yordania dan Kuwait. Namun, banyak pemain yang kurang bersedia bermain di Amman, Yordania," kata Ridho di Jakarta, dikutip Minggu (8/11/2026).
Bek Persija Jakarta itu menjelaskan, para pemain turut mempertimbangkan kondisi wilayah sekitar Yordania, termasuk situasi yang melibatkan Israel dan pemberitaan mengenai dugaan serangan bom di Arab Saudi.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Timnas Indonesia U-17 di Kualifikasi Piala Asia 2027: Filipina Jadi Lawan Pertama
Situasi tersebut kemudian dikomunikasikan kembali kepada tim pelatih untuk mencari alternatif agar agenda FIFA Matchday tetap bisa terlaksana.
Setelah rencana pertandingan di Amman terkendala, muncul alternatif untuk menggelar pemusatan latihan di Siprus.
Dalam skenario tersebut, Timnas Indonesia hanya akan berada sekitar 24 jam di Yordania sebelum kembali ke Siprus untuk menjalani pertandingan melawan Kuwait.
"Kami kemudian mendapatkan rencana untuk menggelar pemusatan latihan di Siprus. Rencananya, kami hanya berada sekitar 24 jam di Yordania sebelum kembali ke Siprus untuk menjalani pertandingan melawan Kuwait," ujar Ridho.
Sayangnya, rencana alternatif tersebut juga tidak berjalan mulus. Ridho menyebut salah satu tim yang akan menjadi lawan Timnas Indonesia tidak bersedia menjalani pertandingan di Siprus.
"Namun, ternyata salah satu tim tidak bersedia bermain di Siprus. Sepertinya Kuwait yang tidak bersedia," ungkapnya.
Setelah opsi Siprus menemui jalan buntu, muncul pembahasan baru untuk memindahkan lokasi pertandingan ke Turki.
Namun, hingga Ridho memberikan keterangan, belum ada kepastian mengenai calon lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia di negara tersebut.
"Setelah itu, kami mendapatkan informasi terbaru pertandingan akan digelar di Turki. Namun, saya juga belum mengetahui siapa lawannya. Mungkin memang belum ada kesepakatan dengan tim yang akan dihadapi," tutup kapten Persija Jakarta tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti
Tag Terkait: