IoT Dorong Indonesia Jadi Negara dengan Ekonomi Digital Terbesar di ASEAN

IoT Dorong Indonesia Jadi Negara dengan Ekonomi Digital Terbesar di ASEAN Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Asia IoT Business Platform akan kembali digelar di Jakarta untuk ke empat kalinya. Acara ini diselenggarakan oleh Industry Platform Pte. Ltd. Edisi ke-16 dari Asia IoT Business Platform, yang disahkan dan di dukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika akan terus memfasilitasi transformasi digital perusahaan di Indonesia. Ajang ini juga akan memiliki fokus tambahan pada penanganan berbagai tantangan dan isu yang tengah dihadapi perusahaan dalam mengadopsi dan mengimplementasikan teknologi Internet of Things (IoT).

Acara bergengsi ini akan melibatkan pejabat Pemerintah, para pemimpin bisnis senior di sektor IoT dan Machine-to-Machine (M2M), serta perusahaan lokal yang ingin mengeksplorasi pertumbuhan bisnis dan meningkatkan efisiensi bisnis dengan IoT.

?Kami sangat antusias untuk kembali ke Jakarta tahun ini setelah mengadakan tiga perhelatan pplky sukses sebelumnya. Sejak tahun 2014, kami telah melihat berbagai kemitraan bisnis sedang berusaha untuk mendorong pertumbuhan pengadopsian IoT di dalam negeri. Perkembangan IoT di Indonesia juga terlihat, terutama dalam berbagai inisiatif kota pintar, seperti di Makassar, Banda Aceh, dan Jakarta. Kami senang melihat perkembangan yang menjanjikan ini,? ungkap Irza Suprapto, Direktur Asia IoT Business Platform, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Pertumbuhan teknologi yang pesat di Indonesia mendorong tingginya permintaan terhadap teknologi IoT di negeri ini. Survei yang baru dilakukan oleh Asia IoT Business Platform pada perusahaan-perusahaan lokal menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen perusahaan besar dan organisasi lokal saat ini tengah mengeksplorasi atau berusaha menemukan solusi IoT yang bisa digunakan atau diterapkan. Namun, hanya 7 persen dari mereka yang melaporkan mendapatkan manfaat dari penerapan IoT. Perusahaan besar dan organisasi ini menyebutkan biaya, sistem warisan, dan kompleksitas sebagai tiga perhatian utama dalam mengadopsi IoT.

Menyusul tingginya ketertarikan terhadap teknologi IoT, namun implementasinya yang masih rendah, Irza menyadari bahwa penting untuk memahami berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mencoba untuk menerapkan IoT dalam bisnis mereka.

?Tantangan-tantangan yang dihadapi oleh perusahaan dalam menerapkan IoT akan menentukan cara mereka melihat manfaat dari penerapan IoT dan hasilnya akan mempengaruhi permintaan akan teknologi-teknologi IoT. Oleh karena itu, tahun ini, kami mengundang para pemimpin IT dari perusahaan dan organisasi yang ada di Indonesia untuk berbagi lebih banyak tentang proyek-proyek IoT atau visi transformasi digital mereka, serta berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam menerapkan IoT. Hal ini untuk memastikan bahwa kekhawatiran dan tantangan mereka dapat teratasi dan tingkat adopsi IoT di Indonesia akan terus bertambah, bukan sebaliknya,? imbuh Irza.

Asia IoT Business Platform ke-16 di Jakarta ini akan menampilkan para pembicara terhormat yang merupakan para pemimpin IT dari perusahaan lokal di Indonesia, seperti Pertamina, Sampoerna Strategic, Blue Bird Group, Garuda Indonesia, Grup Samudera Indonesia, Bank Negara Indonesia, Emporium Indonesia, dan banyak lagi. Agenda acaranya antara lain, presentasi utama dan diskusi panel yang mencakup beragam topik termasuk tren dan harapan dalam industri, industrial IoT, transportasi dan logistik, layanan publik, kota pintar, perbankan, keuangan dan ritel, dan teknologi generasi berikutnya.

Acara ini didukung oleh Singapore infocomm Technology Federation (SiTF), Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), Atilze, Nosairis, AST Group, Axiros, Adlink, Halodata, Indosat Ooredoo, Robustel, Eluon, Nable Communications, Parasoft, dan Accrete.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini