Soal Ceramah Orang Hitam Tak Boleh Masuk Surga, Tengku Zul Bilang: Sesuai Ajaran Islam...

Soal Ceramah Orang Hitam Tak Boleh Masuk Surga, Tengku Zul Bilang: Sesuai Ajaran Islam... Kredit Foto: Instagram Tengku Zulkarnain

Mantan petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain atau Tengku Zul memberikan klarifikasi terkait ceramahnya yang viral di media sosial.

Tengku Zul menegaskan jika ceramahnya tersebut tidak rasis sebagaimana yang ditudingkan netizen kepadanya. Baca Juga: Ya Allah.. Kok Ustad Tengku Zul Begitu Bibirnya: Orang Hitam Tak Boleh Masuk Surga, Jelek

Ia mengatakan bahwa ceramahnya telah dinarasikan seolah-olah orang berkulit hitam tidak boleh masuk ke surga.

Menurutnya, orang hitam apabila soleh akan masuk surga dan kulitnya akan diubah menjadi merah jambu seperti Nabi Adam dan Siti Hawa.

"Masalahnya narasi yang mereka tulis itu merubah arti buat menggiring opini sesat seolah-olah saya mengatakan orang hitam tidak boleh masuk sorga. Mana ada aturan Allah seperti itu?" ujarnya, dilansir, detikcom, Rabu (14/4/2021).

"Padahal orang hitam jika sholih dia akan masuk sorga, dan saat masuk sorga dia akan dirobah jadi berkulit merah muda seperti nabi Adam... jauh sekali ungkapannya orang hitam tidak boleh masuk sorga? yang tidak boleh masuk sorga orang kafir kepada Allah...," sambungnya. Baca Juga: Komisaris BUMN Bicara Soal Surga dan Neraka, Eh Tengku Zul Ikut-ikutan Nyahut..

Lanjutnya, ia kembali menegaskan isi ceramahnya bahwa tidak ada orang yang jelek masuk surga. Ia mengklaim apa yang disampaikan dalam ceramahnya sudah sesuai dengan ajaran Islam.

"Semua orang di sorga diganti kulitnya seperti kulit nabi Adam di sorga yakni merah jambu, yang tua keriput diganti jadi muda dan perawan selama lamanya. Bahkan yang di dunia cacat fisiknya akan menjadi tampan/cantik jika dia masuk sorga kelak karena sholihnya. Tidak ada orang cacat dan jelek di sorga semuanya dirobah jadi tampan/cantik dan muda belia... begitu....," katanya.

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini