Awas! Ribuan Personel Militer Rusia Mejeng Dekat Ukraina, Siap Perang Habis-habisan

Awas! Ribuan Personel Militer Rusia Mejeng Dekat Ukraina, Siap Perang Habis-habisan Kredit Foto: Reuters/Eduard Korniyenko

Ribuan tentara Rusia di dekat wilayah Ukraina siap untuk menghadapi perang besar-besaran demi membela wilayahnya. Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Sergey Shoigu di tengah memanasnya ketegangan antara Moskow dengan Barat yang membela Kiev.

Shoigu mengatakan dua detasemen Angkatan Darat bersama dengan tiga unit pasukan lintas udara Rusia siap untuk bertindak jika ketegangan dengan Barat berubah menjadi pertempuran besar-besaran.

Baca Juga: Calling Putin, Biden Ajak Rusia Normalkan Kembali Hubungan

Petinggi militer Kremlin itu telah melakukan inspeksi mendadak terhadap pasukan Moskow di dekat perbatasan Ukraina.

Setelah menginspeksi tentara, Shoigu mengatakan kepada wartawan bahwa para personel tersebut memenuhi standar yang diperlukan untuk situasi tersebut.

"Pasukan telah menunjukkan kesiapan dan kemampuan penuh untuk memenuhi tugas memastikan keamanan militer negara," katanya. "Saat ini, asosiasi dan formasi ini terlibat dalam latihan."

Shoigu mengatakan bahwa pemindahan pasukan Rusia ke perbatasan Ukraina terjadi sebagai respons atas aktivitas militer aliansi Barat yang mengancam Rusia.

Tindakan itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan Moskow dengan blok NATO pimpinan AS dan setelah pertempuran berdarah di timur Ukraina antara pasukan Kiev dan milisi dua republik yang memisahkan diri dari Ukraina.

"Pasukan Washington sedang dipindahkan dari bagian benua Amerika Utara melintasi Atlantik ke Eropa, dan pasukan ini bergerak melalui Eropa ke perbatasan Rusia. Kekuatan utama terkonsentrasi di Laut Hitam dan wilayah Baltik," paparnya merinci pergerakan pasukan Amerika yang menjadi ancaman bagi Moskow.

Pada saat yang sama, menteri pertahanan tersebut mengatakan perbatasan baru juga terbuka dalam konflik antara Rusia dan Barat di ujung utara yang beku.

"Untuk memperkuat kemampuan pertahanan Federasi Rusia dan melindungi kepentingan nasionalnya di Kutub Utara," katanya. "Kementerian Pertahanan secara sistematis bekerja untuk meningkatkan kemampuan tempur Armada Utara," paparnya, seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (14/4/2021).

Pekan lalu, para diplomat Moskow mengungkapkan bahwa mereka telah mengadakan pembicaraan darurat dengan rekan-rekannya di Washington sebagai bagian dari upaya untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini