Bos Maskapai Virgin dan Deretan Miliarder Ini Gaungkan Kampanye Hapus Hukuman Mati!

Bos Maskapai Virgin dan Deretan Miliarder Ini Gaungkan Kampanye Hapus Hukuman Mati! Kredit Foto: Unsplash/Eva Blue

Pendiri Virgin Group Sir Richard Branson telah bergabung dengan para pemimpin bisnis lainnya untuk kampanye menghapus hukuman mati di AS dan negara lain. Miliarder berusia 70 tahun itu mengumumkan Deklarasi Pemimpin Bisnis Melawan Hukuman Mati dalam acara SXSW virtual di Austin, Texas, bulan lalu.

Dilansir dari Business Insider di Jakarta, Rabu (14/4/21) deklarasi tersebut dikoordinasikan oleh organisasi yang berbasis di Inggris, Responsible Business Initiative for Justice, dan telah memperoleh 21 penandatangan.

Mereka termasuk Ben Cohen dan Jerry Greenfield yang merupakan salah satu pendiri Ben & Jerry Ice cream, Arianna Huffington yang merupakan salah satu pendiri The Huffington Post, Helene Gayle selaku direktur di Coca-Cola Company, dan taipan telekomunikasi Dr. Mo Ibrahim.

Baca Juga: Miliarder Steve Cohen Obral Penthouse 74%, dari Triliunan Rupiah Kini Hanya Miliaran Saja!

Desakan untuk mengakhiri hukuman mati terjadi di tengah fokus global pada keadilan rasial dan ekonomi, yang dicontohkan oleh protes Black Lives Matter musim panas lalu.

Dalam sebuah wawancara dengan Insider, Branson menggambarkan hukuman mati sebagai "biadab" dan "tidak manusiawi". Dia menjelaskan keterlibatannya dalam beberapa kasus selama bertahun-tahun di mana orang yang tidak bersalah dikirim ke hukuman mati, baik di AS dan di tempat lain. Ini membuatnya menyadari hukuman mati adalah sewenang-wenang dan cacat.

Branson memberikan contoh kasus yang dia tangani, yang melibatkan Anthony Ray Hinton, seorang pria yang menghabiskan 28 tahun terpidana mati di Alabama sebelum dibebaskan pada tahun 2015.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini