Hari Pajak di AS, Pendemo Desak Jeff Bezos dkk Bayar Pajak Gede-gedean!

Hari Pajak di AS, Pendemo Desak Jeff Bezos dkk Bayar Pajak Gede-gedean! Kredit Foto: VOX

Hari Pajak di Amerika Serikat (AS) telah menggiring orang-orang di New York untuk keluar dan melancarkan protes guna para jutawan dan miliarder membayar lebih banyak pajak. Para pendemo juga melakukan aksi di depan rumah CEO Amazon Jeff Bezos.

Dilansir dari CNBC International di Jakarta, Selasa (18/5/21) upaya ini diorganisir oleh Patriotic Millionaires, yang anggotanya memiliki pendapatan tahunan lebih dari USD1 juta (Rp14,2 miliar) atau aset senilai lebih dari USD5 juta (Rp71,4 miliar). Rincian upaya tersebut pertama kali dibagikan dengan CNBC.

Baca Juga: Gencar Promosi, Jeff Bezos Buka Lelang Tiket Liburan ke Luar Angkasa, Tertarik?

Grup tersebut berencana untuk meluncurkan kampanye Hari Pajak, termasuk papan iklan seluler yang akan berhenti di depan rumah Bezos di New York dan Washington. Para pemimpin Patriotic Millionaires mengatakan kepada CNBC bahwa mereka mengorganisir sebuah kelompok yang terdiri hingga 30 pengunjuk rasa untuk berkumpul di kediaman Bezos di New York dengan papan reklame yang bertuliskan "Potong banteng ----. Pajak orang kaya."

Langkah untuk menyerang Bezos di depan rumahnya dilakukan ketika Presiden Joe Biden dan anggota parlemen Demokrat berupaya menaikkan pajak pada perusahaan dan mereka yang menghasilkan lebih dari USD400.000 untuk membayar proposal infrastruktur USD2 triliun mereka.

Biden baru-baru ini mengatakan dia ingin kenaikan pajak perusahaan dari 25% menjadi 28%, sambil mengusulkan untuk menaikkan tarif pajak penghasilan tertinggi dari 37% menjadi 39,6%. Partai Republik mengatakan mereka tidak ingin menaikkan pajak apa pun untuk membayar infrastruktur. Kedua pihak berusaha untuk membuat RUU bipartisan dan mengatakan bahwa mereka membuat kemajuan. Tapi kaum progresif sangat ingin melihat miliarder membayar lebih.

“Jeff Bezos adalah anak poster untuk kebodohan total kode pajak negara,” Erica Payne, pendiri dan presiden grup.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini