Bantu Solusi Digital bagi UMKM Indonesia, BukuKas Raih Suntikan Dana Rp709 M

Bantu Solusi Digital bagi UMKM Indonesia, BukuKas Raih Suntikan Dana Rp709 M Kredit Foto: BukuKas

BukuKas mengumumkan pendanaan seri B sebesar US$50 juta atau setara dengan Rp709 miliar. Suntikan dana ini didapatkan hanya empat bulan setelah putaran pendanaan seri A sebesar US$10 juta atau setara Rp141 miliar yang dipimpin oleh Sequoia Capital India.

Pendanaan seri B ini akan digunakan untuk memperkuat tim engineering dan produk BukuKas serta memperluas jangkauan layananan yang ditawarkan kepada para pebisnis.

Baca Juga: Populix Raih Pendanaan Seri A US$1,2 Juta

"Putaran investasi baru ini akan mendorong pertumbuhan kami seiring upaya yang tengah dijalankan dalam rangka membangun solusi keuangan lengkap untuk usaha kecil yang kami yakini sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia," ungkap CEO dan Co-Founder BukuKas Krishnan Menon dalam siaran pers yang diterima Warta Ekonomi, Selasa (18/5/2021).

Suntikan dana ini diumumkan tepat setelah perilisan fitur pembayaran baru BukuKasPay pada pertengahan April 2021 lalu. Fitur ini dapat digunakan oleh pelaku pengusaha kecil untuk melakukan pembayaran ke pemasok mereka dengan tepat waktu serta membantu mereka menagih hutang para konsumen dengan metode pembayaran digital. Beberapa metode pembayaran digital yang dimaksud di antaranya Virtual Account Bank, QRIS, serta dompet elektronik populer seperti OVO, DANA, GoPay, LinkAja, dan ShopeePay. 

"Sejalan dengan peluncuran BukuKasPay, kami akan terus membangun kepercayaan dari pengguna BukuKas dan mendukung mereka dengan solusi perbankan dan perdagangan yang menyeluruh dalam waktu dekat,” kata CEO dan Co-Founder BukuKas Lorenzo Peracchione.

BukuKas diluncurkan pada Desember 2019 dengan tujuan untuk menjadi mitra ekosistem pebisnis pilihan untuk membantu pemilik usaha kecil berkembang dan tumbuh di era digital. BukuKas yang diinkubasi oleh Whiteboard Capital saat ini telah berkembang menjadi aplikasi yang dapat mengatur inventaris, pembuatan faktur, dan melakukan analitik. 

Hingga April 2021, BukuKas berhasil merangkul 6,3 juta pemilik toko dan pelaku usaha kecil serta memiliki 3 juta pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users/MAU). Startup ini mencatat nilai akumulasi transaksi tahunan sebesar hampir US$25,9 miliar (sekitar Rp360 triliun) atau setara dengan 2,2% dari PDB Indonesia.

Selain itu, BukuKas mengakuisisi aplikasi buku besar digital 'Catatan Keuangan Harian' pada September 2020. BukuKas kemudian meluncurkan platform toko online bernama 'Tokko' untuk memfasilitasi penjualan digital bagi para pebisnis. Dalam kurun waktu enam bulan, Tokko telah dimanfaatkan oleh 1,3 juta pelaku bisnis kecil dan menengah.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini