Serukan Adili Jokowi, Kapitra Soal MS Kaban: Sudah Mati Pajak yang Seperti Itu...

Serukan Adili Jokowi, Kapitra Soal MS Kaban: Sudah Mati Pajak yang Seperti Itu... Kredit Foto: Instagram Jokowi

Politikus PDI Perjuangan Kapitra Ampera menilai, politikus Partai Ummat MS Kaban hanya mencari popularitas dengan meminta MPR RI segera menggelar sidang istimewa untuk mengadili Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Dia hanya mencari popularitas saja di situ yang sebenarnya tidak laku," kata pria kelahiran Sumatra Barat itu, Rabu (21/7).

Baca Juga: Minta MPR Adili Jokowi demi Naikkan Nama Partai Ummat? Dengar MS Kaban: Sudah Tak Zaman...

Kapitra mengatakan, MPR pada dasarnya bukan anak buah MS Kaban sehingga tidak perlu patuh terhadap permintaan eks Menteri Kehutanan itu. Toh, kata dia, tidak ada dasar hukum bagi MPR menggelar sidang istimewa terhadap Jokowi.

"Abaikan saja itu. Orang Sumatera bilang sudah mati pajak yang seperti itu. Sudah tidak laku," ujar alumnus Universitas Muhammadiyah Jakarta itu.

Adapun permintaan Kaban agar MPR menggelar sidang istimewa karena pemerintah gagal menangani pandemi Covid-19. Dia menyebut, kondisi ini terbukti dari perbedaan adanya pendapat antara menteri dan presiden.

Menurut Kapitra, seharusnya Kaban bisa memberikan solusi dari sisi kesehatan jika melihat kekurangan pemerintah di dalam menanggulangi pandemi. Bukan berbicara tentang politik seperti mengusulkan sidang istimewa.

"Kalau dia mencintai bangsa ini, lupakan dulu semua politik. Harusnya dia bisa mengajak masyarakat buat menerapkan protokol kesehatan," beber Kapitra.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini