Penjara Afghanistan Kosong Melompong usai Tahanan Taliban Dilepaskan

Penjara Afghanistan Kosong Melompong usai Tahanan Taliban Dilepaskan Kredit Foto: AP Photo/Rahmat Gul

Sebelum Taliban mengambil alih kekuasaan, penjara Kabul dipadati oleh ribuan tahanan Taliban yang ditangkap oleh pemerintah Afghanistan.

Pada Senin (13/9/2021) waktu setempat, penjara itu kosong, seorang komandan Taliban justru berjalan melalui aula dan sel yang kosong menunjukkan kepada teman-temannya di mana dia pernah dipenjara.

Baca Juga: Aksi Berani Rakyat Afghanistan Demo Kebijakan Penggusuran Taliban

Kini Taliban menjalankan Penjara Pul-e-Charkhi, sebuah kompleks penjara luas di pinggiran timur ibu kota Kabul. Setelah merebut kota, para milisi Taliban membebaskan semua narapidana di sana. Para sipir penjara pemerintah melarikan diri, dan kini puluhan milisi Talibanlah yang menjalankan fasilitas penjara itu.

Komandan Taliban yang menolak menyebutkan namanya, sedang melakukan kunjungan pribadi ke kompleks itu bersama sekelompok teman-temannya. Dia mengatakan kepada The Associated Press (AP) bahwa dia telah ditangkap sekitar satu dekade lalu di provinsi Kunar timur dan dibawa ke Pul-e-Charkhi, diikat dan ditutup matanya.

"Saya merasa sangat tidak enak ketika mengingat hari-hari itu," katanya. Dia mengatakan para tahanan mengalami pelecehan dan penyiksaan. Dia dipenjara selama sekitar 14 bulan sebelum dia dibebaskan.

"Hari-hari itu adalah hari-hari tergelap dalam hidup saya, dan sekarang ini adalah saat paling membahagiakan bagi saya bahwa saya bebas dan datang ke sini tanpa rasa takut," katanya.

Banyak warga Afghanistan serta pemerintah di seluruh dunia khawatir dengan perebutan kekuasaan Taliban yang kilat. Gerakan itu ditakutkan akan memberlakukan aturan yang keras dan serupa seperti yang mereka lakukan saat pertama kali berkuasa pada 1990-an.

Tetapi bagi para milisi Taliban, saat ini adalah momen untuk menikmati kemenangan setelah bertahun-tahun pertempuran yang melelahkan.

Untuk beberapa penjaga Taliban yang menemani AP, ini adalah pertama kalinya mereka memasuki blok sel yang ditinggalkan. Mereka melihat dengan rasa ingin tahu melalui sel-sel tempat mereka pernah mendekam. Sel-sel itu masih dikotori dengan barang-barang yang ditinggalkan narapidana terakhir seperti kain yang tergantung di dinding dan jendela, permadani kecil, dan botol air.

Seorang narapidana bebas menukar sandalnya dengan sepasang yang lebih baik yang dia temukan di sel. Kemudian dia menemukan pasangan yang lebih baik dan bertukar lagi. Mantan tahanan yang lain menyentuh palang pemberat sambil mengingat-ingat kala mereka di dalam sel.

Pul-e-Charkhi memiliki sejarah kekerasan, eksekusi massal, dan penyiksaan yang panjang dan mengganggu. Kuburan massal dan sel-sel penyiksaan ditemukan berasal dari pemerintah yang didukung Soviet pada akhir 1970-an dan 1980-an.

Di bawah pemerintah yang didukung AS, penjara itu lebih dikenal lagi karena kondisi yang buruk dan kepadatannya. Sebanyak 11 blok selnya dibangun untuk menampung 5.000 narapidana, tetapi sering diisi dengan lebih dari 10 ribu, termasuk tahanan dan penjahat Taliban.

Tahanan Taliban sering mengeluhkan penganiayaan dan pemukulan, dan sering terjadi kerusuhan. Namun, mereka mempertahankan organisasi mereka di balik jeruji besi dengan memenangkan konsesi seperti akses ke telepon seluler dan waktu yang lebih lama di luar sel mereka.

Beberapa dari Taliban yang sekarang menjaga situs itu adalah mantan narapidana. Penjaga pemerintah telah melarikan diri dan tidak berani kembali, takut akan pembalasan.

Meskipun fasilitas itu sebagian besar masih kosong, satu bagian menampung sekitar 60 orang yang dipenjara dalam beberapa minggu terakhir, yang menurut para penjaga sebagian besar adalah penjahat dan pecandu narkoba.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini