Apakah Metformin Obat Diabetes?

Apakah Metformin Obat Diabetes? Kredit Foto: Unsplash/Christina Victoria Craft

Diabetes adalah “mimpi buruk” yang semua orang berharap bisa menghindarinya. Kerusakan atau komplikasi parah pada tubuh akibat diabetes memaksa penderita diabetes tidak bisa lagi merasakan kehidupan yang pernah dijalani sebelumnya.

Atas situasi dan kondisi tersebut, tentu para penderita diabetes berharap kondisi diabetes yang ada pada mereka bisa hilang. Salah satu treatment yang mungkin sering diberikan tenaga kesehatan atas kondisi diabetes adalah pemberian obat, dan yang paling umum diberikan adalah metformin.

Tapi apakah metformin adalah obat diabetes?

Baca Juga: Penderita Diabetes Wajib Hindari Makan Buah Ini Terlalu Banyak karena Tinggi Gula

Mengutip wartaekonomi.co.id yang melansir laman Medical News Today, sampai saat ini tidak ada obat untuk diabetes yang benar-benar menghilangkan diabetes itu sendiri, tetapi penyakit ini dapat mengalami remisi.

Ketika diabetes mengalami remisi, itu berarti tubuh tidak menunjukkan tanda-tanda diabetes, meskipun penyakit ini secara teknis masih ada.

Mengutip laman Mayo Clinic, Metformin digunakan untuk mengobati kadar gula darah tinggi yang disebabkan oleh jenis diabetes melitus atau diabetes gula yang disebut diabetes tipe 2.

Jadi dapat disimpulkan bahwa metformin sendiri berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah, bukan untuk menghilangkan 100% diabetes itu sendiri.

Baca Juga: Apakah Penderita Diabetes Harus Melakukan Amputasi?

Efektivitas Metformin Mencegah Komplikasi Kardiovaskular

“Metformin mampu menurunkan kejadian kardiovaskular dan meningkatkan survival rate.” Tulis Lamanna dkk dalam Effect of metformin on cardiovascular events and mortality: a meta-analysis of randomized clinical trials yang dikutip dalam tulisan Derlin J. Leander dan Dicky L. Tahapary yang berjudul Pemilihan Obat Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Risiko Tinggi untuk Kejadian Kardiovaskular.

American Heart Association mendefinisikan penyakit kardiovaskular pada penyakit jantung dan pembuluh darah yang meliputi aterosklerosis, infark miokardium, stroke, aritmia, gagal jantung, dan gangguan katup.

Selalu konsultasikan kepada tenaga kesehatan terkait langkah yang ingin Anda ambil dalam usaha penanganan kondisi diabetes, dalam hal ini termasuk penggunaan obat-obatan. Penjelasan oleh tanaga kesehatan secara lagsung dapat tepat sasaran dan juga aman untuk kesehatan Anda

Baca Juga: Memasuki Usia 50 Tahun ke Atas, Kebiasaan Minum Berikut Ini Harus Dihentikan

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini