Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Khyang Leather, UMKM Kerajinan Kulit Reptil Tembus Pasar Ekspor

Foto ke 1 / 6

Pemilik Khyang Leather, Rominus Agung Pariharto, melakukan proses pengolahan kulit ular yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan tas di workshop Khyang Leather, Cisoka, Tangerang, Banten, Rabu (4/11/2026). Bersama istrinya, Elsa, Agung mengembangkan usaha kerajinan berbahan kulit ular, buaya, dan ikan pari yang dirintis sejak 2021 dengan modal awal Rp50 juta. Khyang Leather memproduksi berbagai produk, mulai dari tas, dompet, ikat pinggang hingga jaket. Seluruh tahapan produksi dikerjakan secara mandiri, mulai dari penyamakan kulit hingga menjadi produk siap pakai. Keterampilan Agung dalam mengolah kulit diperoleh selama menempuh pendidikan di Akademi Teknologi Kulit, yang kini bernama Politeknik ATK Yogyakarta. Dalam mengembangkan usahanya, Khyang Leather mendapatkan pendampingan dan pembinaan dari Bank Indonesia (BI) serta Yayasan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). BI juga memberikan bantuan mesin produksi dan memfasilitasi keikutsertaan Khyang Leather dalam berbagai pameran untuk memperluas pemasaran. Berkat dukungan tersebut, produk kerajinannya kini telah menembus pasar ekspor ke sejumlah negara, antara lain Kuwait, Qatar, Turki, dan Jepang. Khyang Leather mampu mencatatkan omzet bulanan berkisar Rp30 juta hingga Rp200 juta. Meski menggunakan bahan kulit eksklusif, produk kerajinan ini tetap ditawarkan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp250 ribu hingga Rp600 ribu.