Kredit Foto: Agus Aryanto
Kinerja ekspor dan impor Indonesia pada Agustus 2018 mengalami penurunan. Nilai ekspor turun 2,90% menjadi US$15,82 miliar terhadap posisi Juli 2018 sebesar US$16,24 miliar. Sedangkan, nilai impor tercatat sebesar US$16,84 miliar atau turun 7,97% dibandingkan Juli 2018.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, penurunan kinerja ekspor disebabkan oleh anjloknya nilai ekspor di sektor migas (minyak dan gas). Ekspor migas terkontraksi 3,27% dari posisi Juli 2018.
"Demikian juga ekspor nonmigas turun 2,86%," kata Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/9/2018).
Secara kumulatif, nilai ekspor Januari-Agustus 2018 mencapai US$120,10 miliar atau meningkat 10,39% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Untungnya, penurunan kinerja ekspor diikuti dengan penurunan kinerja impor. Nilai impor bahkan turun lebih dalam, yakni sebesar 7,97% menjadi US$16,84 miliar terhadap posisi Juli 2018.
Penurunan kinerja impor paling besar terjadi pada sektor nonmigas. Impor nonmigas turun 11,79% terhadap Juli 2018. Sedangkan, impor migas naik 14,5% dibandingkan Juli 2018.
Sehingga, neraca perdagangan Indonesia pada bulan lalu mencatatkan defisit US$1,02 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan Januari-Agustus 2018 masih mengalami defisit US$4,09 miliar.
"Defisit US$1,02 miliar jauh lebih kecil dari bulan lalu. Kami berharap ke depan tidak lagi defisit, tetapi bisa mengalami surplus," pungkasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Rosmayanti