Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Wall Street Bervariasi Pada Sesi Perdagangan Singkat 'Black Friday'

Warta Ekonomi -

WE.CO.ID, New York - Saham-saham di Wall Street berakhir bervariasi pada sesi perdagangan dipersingkat Jumat (Sabtu pagi WIB, 30/11/2013), meskipun beberapa pernyataan awal oleh peritel melaporkan keberhasilan peluncuran musim belanja liburan yang penting.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 10,92 poin (0,07 persen) menjadi 16.086,41.

Indeks berbasis luas S&P 500 turun 1,42 poin (0,08 persen) menjadi 1.805,81, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq naik 15,14 poin (0,37 persen) menjadi 4.059,89.

Raksasa ritel Wal-Mart Stores dan Target keduanya melaporkan "rekor" pembukaan belanja akhir pekan penting "Black Friday", yang memulai periode musim belanja liburan. "Black Friday" adalah periode antara Thanksgiving dan Tahun Baru untuk sekitar 20 persen dari penjualan tahunan sektor ritel.

Meskipun komentar-komentar positif, para analis telah menyatakan kekhawatiran bahwa keuntungan di antara para pengecer mungkin menderita karena promosi pasar yang hiper-kompetitif, di mana pengecer memotong harga untuk mencoba memikat konsumen yang kikir dalam ekonomi yang tumbuh rendah.

Saham-saham ritel memiliki hari bervariasi. Walmart naik 0,1 persen, Gap naik 0,5 persen dan JC Penney bertambah 1,1 persen, sedangkan Target merosot 0,8 persen dan Macy kehilangan 0,5 persen.

Saham teknologi terus bergerak naik setelah Nasdaq ditutup di atas 4.000 pada awal pekan ini untuk pertama kalinya dalam 13 tahun. Apple melonjak 1,9 persen, komponen Dow, Microsoft naik 1,4 persen dan eBay bertambah 2,5 persen.

Raksasa pertanian Archer Daniels Midland turun 3,0 persen setelah Australia menolak usulannya pengambilalihan perusahaan gandum Graincorp senilai 2,7 miliar dolar AS.

Menteri Keuangan Australia Joe Hockey mengatakan sektor itu masih bergerak menuju persaingan yang lebih kuat dan bahwa pengambilalihan oleh asing atas perusahaan penanganan gandum terbesar di Australia timur itu dapat merusak dukungan publik untuk asing investasi pada umumnya.

Produsen minyak dan gas Pioneer Natural Resources turun 0,7 persen setelah mengumumkan bahwa cuaca buruk memaksanya untuk memangkas produksi di sejumlah besar proyek Perusahaan mengatakan sebuah "periode pemulihan yang luas diharapkan" dan bahwa penghentian pekerjaan tidak diperhitungkan dalam perkiraan sebelumnya.

Fortinet, sebuah perusahaan keamanan teknologi, jatuh 12,9 persen setelah pada malam hari libur Thanksgiving mengumumkan bahwa direktur keuangannya (CFO) Ahmed Rubaie akan mundur karena "alasan pribadi".

Harga obligasi tidak berubah. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun AS bertahan stabil pada 2,74 persen, tingkat yang sama seperti Rabu, sementara pada obligasi 30-tahun datar pada 3,81 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik. (Ant)

Redaksi

foto: Ist.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Sucipto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: