Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kementan: Pupuk Subsidi Hanya Cukup Sampai November

Warta Ekonomi -

WE.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian menyatakan, alokasi pupuk bersubsidi tahun anggaran 2014 hanya mencukupi kebutuhan sampai dengan November.

Menteri pertanian Suswono di Jakarta, Senin (27/1/2014), mengatakan pihaknya melalui surat Direktur Pupuk dan Pestisida No 104 tahun 2013 perihal proyeksi anggaran subsidi pupuk 2014 tanggal 16 Januari 2013 telah mengusulkan kepada Direktur Penyusunan APBN Kementerian Keuangan agar volume pupuk bersubsidi 2014 sbesar 9,55 juta ton.

Berdasarkan rencana kebutuhan tersebut maka diperlukan anggaran subsidi sebesar Rp22,18 triliun, sementara anggaran subsidi pupuk 2014 tersedia RP21,04 triliun, terdiri atas subsidi tahun 2014 sebesar Rp18,04 triliun dan Rp3,0 triun untuk kekurangan pembayaran subsidi pupuk tahun 2012 .

Sesuai dengan pagu anggaran RP18,04 triliun tersebut dengan memperhitungkan HET (harga eceran tertinggi) pupuk tetap dan HPP (Harga Pembelian Pemerintah) yang digunakan adalah HPP tahun 2012 maka volume pupuk bersubsidi yang dapat disediakan 2014 hanya 7,78 juta ton.

Volume tersebut dengan rincian urea 3,42 juta ton, SP-36 sebanyak 0,76 juta ton, ZA 0,80 juta ton, NPK 2 juta tonn organik 0,80 juta ton.

"Apabila dibandingkan dengan rencana kebutuhan pupuk bersubsidi 2014 alokasi tersebut diperhitungkan hanya mampu mencukupi sampai dengan bulan november 2014," katanya pada Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Gedung MPR/DPR.

Mengingat volume pupuk bersubsidi 2014 sebesar 7,78 juta ton hanya dapat memenuhi kebutuhan sampai November, sekaligus mengantisipasi adanya tanam ulang akibat pertanaman yang terkena banjir, lanjutnya, maka tahun ini dibutuhkan tambahan alokasi pupuk dan anggaran subsidi pupuk.

Suswono menyatakan, ada dua skenario yang diusulkan untuk perhitungan kebutuhan tambahan anggaran yaitu HPP naik dan HET tetap atau HPP dan HET keduanya naik.

Jika HPP yang naik dan HET tetap, tambahnya, maka diperlukan tambahan anggaran subsidi sebesar Rp9,06 triun.

Sementara apabila asumsi HPP dan HET dinaikkan, maka diperkirakan kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp2,25 triliun.

Mentan menyatakan, apabila keputusan atas alternatif skenario tersebut dapat diperoleh maka volume pupuk bersubsidi akan dipertahankan sesuai kebutuhan tahun 2014 yaitu 9,55 juta ton.

"Melalui Raker ini kami mengharapkan agar komisi IV DPR RI dapat mempertimbangkan lebih lanjut alternatif usulan tambahan pagu anggaran subsidi pupuk tahun 2014 yang kami usulkan," kata Suswono.

Mentan menambahkan, guna perbaikan kinerja penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2014, mengantisipasi masalah dan hambatan penyaluran pihaknya melakukan berbagai upaya salah satunya penguatan tugas pendampingan maupun pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi.

Untuk kegiatan tersebut dialokasikan dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan berkisar Rp92 juta -Rp750 juta per provinsi dan Rp130 juta - Rp650 juta per kabupaten. (Ant)

Foto: SY

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Sucipto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: