Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kemenperin Perkuat Industri Hulu Baja Dalam Negeri

Warta Ekonomi -

WE Online, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyatakan sedang berupaya memperkuat industri hulu baja di dalam negeri guna memenuhi kebutuhan baja untuk industri lokal dan mengurangi impor bahan baku baja dari luar negeri.

"Industri baja nasional itu terus terang memang tumbuh pesat karena baja banyak dibutuhkan, misalnya untuk industri kapal dan pertahanan. Oleh karena itu, Kemenperin sedang berupaya membangun dan memperkuat industri hulu baja di dalam negeri," kata Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kemenperin Harjanto di Jakarta, Senin (5/5/2014).

Berdasarkan data dari asosiasi industri baja, komsumsi baja di Indonesia masih sebesar 40 kilogram per kapita. Sementara, pihak Kemenperin berharap agar konsumsi baja nasional pada 2020 dapat mencapai 70 kilogram per kapita.

"Kalau melihat negara maju itu konsumsi baja bisa mencapai 600 kilogram per kapita. Bisa dibayangkan betapa jauhnya 'gap' antara negara kita dengan negara maju," ujar Harjanto.

Menurut dia, kebutuhan konsumsi baja dalam negeri yang sebenarnya mencapai sekitar 12 juta ton per tahun, tetapi produksi baja dari industri hulu dalam negeri masih belum memadai, yakni sekitar enam juta ton per tahun.

Masalahnya, kata dia, meskipun industri dalam negeri memproduksi enam juta ton baja per tahun, bahan baku untuk industri baja itu sekitar 70 persen masih diimpor dari luar negeri.

"Sehingga bisa dibayangkan semua bahan baku untuk industri baja dalam negeri ini sebagian besar diimpor. Jadi, Kemenperin punya tugas untuk membangun banyak industri hulu baja di dalam negeri," tukasnya.

Untuk itu, Harjanto menyebutkan pihaknya mendukung dan memfasilitasi perusahaan yang berencana untuk membangun pabrik baja terpadu di Tanah Air, salah satunya Gunung Garuda yang merupakan produsen baja terbesar di Indonesia.

"Gunung Garuda itu berencana untuk membangun suatu 'integrated steel mill' (pabrik baja terpadu), dimana bahan bakunya didatangkan dari Aceh dan Sumatera Barat sehingga tidak perlu impor," ungkapnya.

Dirjen BIM Kemenperin itu juga menyebutkan pertumbuhan industri baja nasional pada 2013 mencapai 10 persen.

"Maka kami optimistis ke depannya konsumsi baja nasional bisa naik dari 40 kilogram menjadi 70 kilogram per kapita," katanya. (Ant)

Foto: Ist.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Sucipto

Advertisement

Bagikan Artikel: