Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Menkeu: Pemotongan Rp 100 Triliun Jaga Defisit Anggaran

Warta Ekonomi -

WE Online, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri memastikan pemotongan belanja kementerian dan lembaga sebanyak Rp 100 triliun harus dilakukan untuk menjaga defisit anggaran tidak melebihi target yang ditetapkan sebesar 2,5 persen terhadap PDB.

"Kalau belanjanya naik, supaya defisitnya sama harus ada yang dikurangi kecuali subsidinya bisa diturunkan," katanya di Jakarta, Rabu (28/5/2014).

Chatib mengatakan pemangkasan belanja tersebut harus diupayakan sebanyak Rp 100 triliun karena perkiraan peningkatan belanja subsidi BBM dalam RAPBN-Perubahan bisa mencapai Rp 74,3 triliun dan berpotensi untuk membebani anggaran negara.

"Kalau subsidi bisa diturunkan (pemotongan) belanjanya tidak perlu sampai Rp 100 triliun," katanya.

Untuk mengatasi masalah kelebihan belanja subsidi BBM, Chatib meminta Kementerian ESDM untuk segera melakukan pengendalian konsumsi agar pemanfaatan volume BBM bersubsidi tidak melebihi kuota 48 juta kiloliter. Belanja subsidi BBM diperkirakan mengalami peningkatan cukup tinggi karena asumsi nilai tukar kurs mengalami pelemahan dari Rp 10.500 per dolar AS pada APBN menjadi Rp 11.700 per dolar AS pada RAPBN-Perubahan 2014.

Sementara itu, defisit anggaran dalam RAPBN-Perubahan 2014 ditetapkan sebesar 2,5 persen terhadap PDB atau Rp 251,7 triliun, melebar dari target defisit dalam APBN yang ditetapkan 1,69 persen terhadap PDB atau Rp 175,4 triliun.

Hal tersebut terjadi karena pendapatan negara ditetapkan Rp 1.597,7 triliun atau turun Rp 69,4 triliun dari angka APBN sebesar Rp 1.667,1 triliun. Padahal, belanja negara mengalami kenaikan Rp 6,9 triliun atau Rp 1.849,4 triliun dari sebelumnya Rp 1.842,5 triliun. (Ant)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Cahyo Prayogo

Advertisement

Bagikan Artikel: