Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Langkah Naturalisasi Timnas Indonesia Dikritik, PSSI Kasih Jawaban Ini

Langkah Naturalisasi Timnas Indonesia Dikritik, PSSI Kasih Jawaban Ini Kredit Foto: GenPI
Warta Ekonomi -

Naturalisasi Timnas Indonesia dikritik habis-habisan, PSSI beri jawaban lantang. Kritikan yang diberikan itu datang dari salah satu Exco PSSI, Haruna Soemitro, ketika hadir dalam podcast JPNN yang diunggah ke YouTube pada Sabtu (15/1) lalu.

Dalam video tersebut, Direktur Olahraga Madura United ini mencibir bahwa dirinya tidak setuju dengan program naturalisasi yang diinginkan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong.

"Saya termasuk rezim yang tidak setuju dengan naturalisasi," ucap Haruna.

"Saya memang berbeda dengan (Ketua PSSI). Saya selalu berdebat urusan naturalisasi," tambahnya. Dirinya pun menantang perihal torehan prestasi seperti apa yang diberikan oleh pemain naturalisasi ke Timnas Indonesia sejauh ini.

"Sekarang ambil contoh apa yang kita hasilkan dari naturalisasi sampai saat ini?" tegasnya.

Hal inilah yang membuat PSSI langsung turun tangan, dengan memberikan sebuah jawaban lantang.

Melalui Sekretaris Jenderalnya, Yunus Nusi, PSSI menjelaskan bila program naturalisasi saat ini berbeda dengan yang dulu.

"Program naturalisasi ini berbeda dengan di zaman Cristian Gonzales, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Alberto Goncalves dan lain-lain," tegas Yunus Nusi.

"Sekarang murni yang memiliki darah Indonesia. Program naturalisasi juga keinginan dari Shin Tae Yong," ujar Yunus Nusi.

PSSI kini dalam proses menaturalisasi empat pemain keturunan Indonesia di luar negeri yaitu Sandy Walsh, Jordi Amat, Mees Hilgers dan Ragnar Oratmangoen. Proyek ini dipimpin oleh anggota Komite Eksekutif PSSI Hasani Abdulgan.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Boyke P. Siregar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan