Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Mantap Nih! Film Tutuge Hadirkan Kisah Berlatar Budaya Bali Kaya Pesan Moral

Mantap Nih! Film Tutuge Hadirkan Kisah Berlatar Budaya Bali Kaya Pesan Moral Kredit Foto: Tiga Sinergi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rumah produksi Tiga Sinergi memperkenalkan film terbarunya yang berjudul Tutuge. Film dengan genre drama psikologi misteri horror ini disutradarai oleh Virlanwana Langgong yang sekaligus menjadi debutnya mengarahkan sebuah film. Film Tutuge mengangkat tentang kekuatan pesona alam dan kearifan budaya Bali. “Tutuge itu mengenai sebuah misteri yang bisa diselesaikan kalau mengerti tentang tradisi Bali. Penyampaian moral tradisi budaya dari Bali itu,” kata Virlanwana pada acara gala premier Tutuge di XXI Epicentrum Walk, Jakarta, Selasa (12/4/2022).

Ia menambahkan, film ini secara khusus mengangkat cerita dari salah satu kearifan lokal yang ada di Bali. "Film ini menjadi medium untuk menyampaikan banyak pesan moral, mulai dari pengampunan, penemuan jati diri dan penebusan perilaku yang kita kemas dengan keindahan budaya Bali,” ucap Virlan.

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Li Xiaohua, Miliarder Misterius di Balik Pemasok Kertas Film

Dalam film ini, Virlan memilih Rania Putri Sari sebagai pemeran utama yang memerankan tokoh Ameera Janus. Rania sebelumnya sudah pernah membintangi Surat Cinta Untuk Kartini, Anak Garuda, Bumi Itu Bulat dan Namamu Kata Pertamaku.

Pemeran lainnya dalam film Tutuge ada juga Imelda Therrine, Rizky Hanggono, dan Ismi Melinda. Selain sineas nasional, film ini juga mengajak para pemeran dari Bali, yaitu Langlang Buana, Komang Suendra, Nina Tutachi, dan Made Devi Ranita Ningtara.

Saat membintangi film tersebut, Rania Putri Sari mengakui banyak hal yang baru ia ketahui soal kebudayaan Bali. Sebagai informasi, Rania memerankan tokoh utama sebagai Ameera Janus dalam film ini. “Ternyata Bali punya kekuatan sendiri. Dan yang menarik dari karakter Ameera Janus ini, dia punya semacam bisa sixth sense (indera keenam),” tutur Rania.

Tommy Indratama selaku produser film Tutuge mengatakan bahwa film ini sudah dibuat pada 2020. Namun karena terbentur dengan pandemi Covid-19, membuat film ini mesti molor penayangannya.  “Film Tutuge ini kami buat pada awal tahun 2020, awal sudah pandemi. Lalu dimulai syuting, editing dan tibalah pandemi. Kami hold semua,” tutur Tommy.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan