Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Legislator PKS Minta Pemerintah Izinkan Petani Sawit Rakyat Ekspor TBS

Legislator PKS Minta Pemerintah Izinkan Petani Sawit Rakyat Ekspor TBS Kredit Foto: Instagram/Mulyanto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, menanggapi maraknya aksi jual tandan buah segar (TBS) oleh petani sawit ke Malaysia. Ia minta Pemerintah membuat aturan yang jelas serta tegas.

Agar tindakan petani menjual hasil panennya ke luar negeri aman secara hukum, Mulyanto meminta Pemerintah buat aturan perizinan terksait hal itu.

Baca Juga: Sosok Pengganti Tjahjo Kumolo Dibongkar, Ternyata yang Cocok Adalah...

Pria yang akrab disapa Pak Mul itu maklumi sikap petani sawit karena harga komoditas tersebut anjlok di dalam negeri. Sementara harga TBS di Malaysia masih bagus. 

"Ini langkah penting, agar kesejahteraan petani sawit rakyat tidak merosot.  Pemerintah jangan hanya menggesa dan memfasilitasi ekspor CPO dari para pengusaha, sementara abai terhadap nasib petani sawit rakyat," jelas Mulyanto. 

Ia juga minta Pemerintah perhatikan nasib para petani sawit. Jadi, menurutnya, boleh saja Pemerintah izinkan petani rakyat ini untuk mengekspor TBS sawit tersebut ke negeri jiran.

Tak ketinggalan Mulyanto juga mendesak Pemerintah segera menata industri atau pabrik kelapa sawit (PKS). Sebab, selama ini PKS yang beli TBS dari masyarakat.

"Kalau kondisi ini dibiarkan atau terlambat ditangani, maka tidak tertutup kemungkinan industri sawit kita akan kolaps," klaim Pak Mul. 

Untuk diketahui, meski harga CPO dunia sejak bulan maret 2022 secara umum mulai turun, namun harga CPO termasuk harga TBS kelapa sawit di Malaysia masih lebih baik ketimbang di Indonesia. Bahkan perbedaan harganya cukup signifikan.

Baca Juga: Tak Cuman Puan, Ternyata Megawati Utus Sosok Ini untuk Komunikasi dengan Parpol Lain

Di Malaysia harga TBS masih berada di kisaran angka Rp3.500 hingga Rp4.500 per kg.  Sementara harga TBS di Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah hanya sekitar Rp1.200 hingga Rp1.600 per kg.  Bahkan harga di tingkat petani rakyat bisa jauh lebih rendah lagi.

Disparitas harga inilah yang diduga menjadi daya tarik eskpor TBS petani rakyat ke negeri tetangga Malaysia.

Untuk harga CPO di Indonesia, berdasarkan data bursa KPB Nusantara, puncaknya terjadi pada bulan Maret 2022 pada angka Rp. 17.000 per kilogram.  Kemudian terus merosot pada bulan-bulan berikutnya. Sekarang harganya sudah di bawah Rp. 8.000 per kilogram.

Namun demikian, harga minyak goreng kemasan maupun minyak goreng curah belum turun secara signifikan.

Penulis: Adrial Akbar
Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan