Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Peneliti IPS Ini Faktor yang Bikin Partai Perindo Selangkah Lagi ke Senayan

Peneliti IPS Ini Faktor yang Bikin Partai Perindo Selangkah Lagi ke Senayan Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Elektabilitas Partai Persatuan Indonesia (Perindo) kembali melesat berdasarkan hasil survei Indonesia Polling Stations (IPS) yang dirilis kemarin.

Peneliti IPS Raissa AZ Zahra mengatakan berdasarkan hasil survei IPS, penyebab elektabilitas Partai Perindo naik adalah kepedulian Partai Perindo pada kesejahteraan rakyat yang diwujudkan melalui program-program nyata Partai Perindo.

"Ini mendapatkan apresiasi dari publik, salah satunya ada program memberikan bantuan gerobak kepada UMKM. Hal ini sejalan dengan survei kami, faktor utama masyarakat memutuskan pilihan pada parpol adalah adanya kepedulian terhadap masalah-masalah riil rakyat," kata Raissa, Rabu (10/8/2022).

Baca Juga: Manuver Nggak Main-main Hary Tanoesoedibjo untuk Perindo, Lantik Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi Jadi Ketua Harian DPP Perindo

"Ini semakin menegaskan bahwa Partai Perindo dapat menjadi wadah perjuangan untuk membantu menyejahterakan masyarakat," tegasnya.

Faktor lainnya, kata Raisa, adalah bergabungnya Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi yang didapuk menjadi Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo dan kian menegaskan Partai Perindo merupakan partai yang inklusif.

"Strategi media sosial yang masif untuk menjangkau pemilih pemula atau generasi milenial juga dirasa cukup berhasil," ujarnya.

Berdasarkan hasil survei IPS ini, lanjut Raissa, peluang Partai Perindo menembus Senayan di Pemilu 2024 sangat terbuka.

"Sejauh ini, yang telah dilakukan oleh.Partai Perindo, peluang ke parlemen terbuka lebar. Tinggal bagaimana Partai Perindo mampu mengkapitalisasi kedatangan tokoh-tokoh nasional untuk bergabung ke Partai Perindo," ungkapnya.

Salah satu temuan menarik dari survei IPS kali ini, yaitu munculnya Partai Perindo sebagai kandidat penghuni Senayan, DPR RI. 

Dapat dikatakan, tinggal selangkah lagi Partai Perindo akan menjadi satu-satunya partai non-parlemen yang lolos parliamentary threshold 4%.

Baca Juga: Resmi Daftarkan Perindo ke KPU, Hary Tanoe Blak-blakan Soal Target: Minimal 60 Kursi!

Salah satu faktor paling signifikan mengapa sebuah partai politik dipilih oleh responden adalah kepedulian partai terhadap persoalan riil yang dihadapi masyarakat. Dalam hal ini, mengapa PDI Perjuangan dan Partai Gerindra menjadi partai yang memiliki elektabilitas terbaik dan berpeluang besar menjadi pemenang Pemilu 2024, karena kedua partai itu dipersepsikan publik sebagai partai yang peduli terhadap masalah-masalah riil yang tengah dihadapi rakyat. 

Hasil survei IPS menegaskan bahwa 20,1% publik mempersepsikan PDI Perjuangan sebagai partai yang paling peduli pada masalah riil masyarakat dan 16,4% menyebut Partai Gerindra. 

Begitu pula dengan Partai Perindo yang senantiasa menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat melalui program-programnya.

Untuk diketahui, survei IPS dilakukan pada 1 hingga 8 Agustus 2022 di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Populasi survei IPS kali ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun.

Sampel sebanyak 1.220 responden, dengan margin of error +/- 2,8 % dan tingkat kepercayaan 95%. Sementara, teknik pengambilan sampel dilakukan secara probability dengan teknik acak bertingkat (multistage random sampling).

Berikut elektabilitas Parpol pada Pemilu 2024 berdasar survei IPS:

1. PDI Perjuangan 22,3%

2. Partai Gerindra 17,8%

3. Partai Golkar 10,9%

4. Partai Demokrat 10,8%

5. PKS 6,8%

6. PKB 6,7%

7. Partai Nasdem 3,6%

8. Partai Perindo 3,5%

9. PAN 2,8%

10. PPP 1,9%

11. PSI 1,1%

12. Partai Hanura 0,5%

13. Partai Gelora 0,4%

14. Partai Ummat 0,4%

15. PBB 0,2%

16. Partai Lainnya 1,2%

Undecided Voters 9,1%

Baca Juga: Partai Demokrat Bakal Siapkan Bantuan Hukum pada Lukas Enembe, Eh AHY Langsung Diceletukin: Mental Partai Pecundang!

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Advertisement

Bagikan Artikel: