Kredit Foto: Unsplash/hello i'm Nik
Rumor terkait permasalahan Covid-19 ini terus berkembang. Mulai dari permasalahan daya ingat hingga disebut bisa mengecilkan ukuran penis pria. Benarkah hal tersebut bisa terjadi?
Ahli urologi dan bedah panggul Rena Malik mengatakan Covid-19 bisa memengaruhi lapisan pembuluh darah yang berakibat pada terganggunya aliran darah yang mengalir ke seluruh tubuh, termasuk ke penis.
"Terkena Covid-19 membuat Anda berisiko lima kali lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi," katanya. Fungsi pembuluh darah menjadi bagian penting untuk proses ereksi.
Ahli urologi di Albany Welliver menjelaskan, masuk akal apabila Covid-19 dapat menyebabkan disfungsi pada proses ereksi. Walaupun begitu, belum banyak bukti yang mendukung gagasan bahwa Covid-19 dapat memenagruhi serta menyebabkan disfungsi ereksi.
Menurutnya, sebagian besar literatur ilmiah tentang topik tersebut merupakan sebuah opini, bukan fakta.
"Beberapa penelitian yang menilai fungsi seksual pada pria setelah terpapar Covid-19 menunjukkan disfungsi ereksi lebih umum daripada biasanya, tetapi kami membutuhkan bukti yang lebih baik untuk memastikannya," ujarnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Boyke P. Siregar
Tag Terkait: