Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengamat Kebijakan Publik Sebut Bjorka adalah Ancaman Terbongkarnya Rahasia Negara

Pengamat Kebijakan Publik Sebut Bjorka adalah Ancaman Terbongkarnya Rahasia Negara Kredit Foto: Unsplash/Stillness InMotion
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat mengatakan hacker Bjorka dapat menjadi ancaman terbongkarnya rahasia negara yang kabar baiknya berpihak pada rakyat. 

Sebelumnya, aparat keamanan sedang sibuk melakukan perburuan terhadap Bjorka. Dan Bjorka sempat menghilang hingga kembali aktif pada Kamis (15/09/22) kemarin.

“Menghilangnya Bjorka dapat beberapa waktu yang lalu memang masuk akal, sepertinya dia hendak melihat sejauh mana upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam perburuan dirinya,” ungkap Achmad melalui keterangan tertulis yang diperoleh Warta Ekonomi, Jumat (16/09/22).

Baca Juga: Viral Hacker Bjorka Sebut Presiden Bakal Ganti Menkominfo, Menteri Johnny Buka Suara!

Ada dua pemuda yang diduga Bjorka. Mereka adalah seorang video editor bernama Muhammad Said Fikriansyah (17) dari Gunung Jati, dan yang kedua adalah pemuda dengan berinisial MAH (21) asal Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Madiun.

Bjorka menyampaikan bahwa dia prihatin ada pemuda ditangkap karena diduga dirinya dan juga menyalahkan Dark Tracer karena memberikan informasi yang salah kepada para pemerintah.

Baca Juga: Tuntutan Puan Maharani, Hacker Bjorka Bukan Akhir Segalanya!

“Dalam hal ini pemerintah telah ceroboh mengumumkan sosok dibalik akun Bjorka. Setelah kemunculan kembali Bjorka saat dua orang yang diduga orang dibalik Bjorka ditangkap membuat publik berpikir bahwa otoritas keamanan telah ceroboh melakukan penangkapan,” ungkap Achmad. 

Menurutnya pula, harus diakui bahwa Bjorka dalam kasus ini berpotensi menjadi ancaman terbongkarnya rahasia-rahasia negara. 

Baca Juga: Polisi Tangkap Tukang Es di Madiun yang Dituduh sebagai Hacker Bjorka, Irjen Dedi Buka-bukaan: Saya Baru Dapat Informasi...

“Disisi lain publik berharap itu terjadi karena banyak kasus-kasus misterius yang berkenaan dengan HAM seperti kasus pembunuhan Munir dan lain-lain. Tentunya ini adalah mimpi buruk bagi pelaku-pelaku pelanggaran HAM,” kata Achmad.

Baca Juga: UMP Jateng Rp1,9 Juta, Ganjar Pranowo Disentil: Buruh dan Rakyat Jateng Aja Tak Sejahtera, Gimana Mau jadi Presiden!

Baca Juga: Lihat Anies Pakai Private Jet, Ferdinand Hutahean: Dia Salah Satu Oligarki Migas?

Penulis: Sabrina Mulia Rhamadanty
Editor: Sabrina Mulia Rhamadanty

Advertisement

Bagikan Artikel: