Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sekjen PDIP Sebut Pemilu 2009 Penuh Kecurangan, Demokrat Beberkan Sejumlah Fakta

Sekjen PDIP Sebut Pemilu 2009 Penuh Kecurangan, Demokrat Beberkan Sejumlah Fakta Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Herzaky Mahendra Putra, selaku Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP dan Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat menjawab tuduhan dari Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto yang mengatakan Partai Demokrat mengalami kenaikan 300 persen setelah SBY tidak berkuasa. 

Sebelumnya Hasto menyebut Demokrat adalah pelopor pemilu daftar terbuka. Puncak liberalisasi politik dan liberalisasi di sektor pertanian. 

"Dengan berbagai manipulasi tersebut, Partai Demokrat mengalami kenaikan 300 persen. Setelah Pak SBY tidak berkuasa, terbukti hal-hal yang sifatnya ‘bubble’ kemudian mengempes atau pecah sendiri, karena cara menggelembungkannya bersifat instan," tuturnya. 

Baca Juga: Anak Buah Megawati Nilai SBY Playing Victim Soal Penjegalan, Takut AHY Gak Masuk Bursa Pilpres 2024

Herzaky Mahendra Putra menyebut Demokrat tahun 2009 suaranya bisa meningkat tiga kali lipat karena prestasi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dirasakan manfaatnya oleh rakyat. 

“Rakyat miskin semakin sedikit. Pengangguran semakin sedikit. Gaji PNS termasuk guru dan TNI POLRI hampir tiap tahun meningkat. Daya beli masyarakat tinggi. Pendapatan per kapita meningkat drastis,” katanya.

Baca Juga: Ada Upaya Gagalkan Anies Baswedan Bertanding di Pilpres, PKS Tak Ambil Pusing: Biarkan...

“Dan, keuangan negara stabil. Bahkan hutang minim. Pembangunan infrastruktur juga berjalan dengan baik,” tambahnya. 

Herzaky juga menyebut, hubungan antar-umat beragama dan antar suku bangsa sangat baik dan rukun. Tidak ada polarisasi antar anak bangsa. Oposisi, masyarakat sipil, dan mahasiswa bebas mengkritik tanpa takut diintimidasi, apalagi dikriminalisasi. 

“Jadi, rakyat benar-benar merasakan hasil pembangunan di pemerintahan era SBY. Bukan hanya dirasakan oleh segelintir pihak saja. Tidak ada itu DPT 2009 bermasalah ataupun hasil pemilu yang dimanipulasi. Janganlah mengada-ngada Bang Hasto,” jawabnya. 

Baca Juga: Anies Bukan Jagoan di Pilpres 2024, 'Tak Ada Nama Selain HRS!'

Herzaky menganggap bahwa SBY sebagai Bapak bangsa, wajar saja kalau mengingatkan, agar para elit politik tidak berupaya mengamputasi harapan rakyat. 

“Tidak perlu terlalu reaktif. Apalagi mengumbar hoaks dan fitnah. Kecuali, kalau memang merasa skenario jahatnya ketahuan,” tutupnya.

Baca Juga: Meski di-Endorse Jokowi, Ganjar Merendah dan Ngaku Nggak Punya Prestasi, Pengamat: Memang Benar Adanya, jadi Gubernur yang Terburuk

Penulis: Sabrina Mulia Rhamadanty
Editor: Sabrina Mulia Rhamadanty

Advertisement

Bagikan Artikel: