Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Aksi Bjorka Sejalan dengan Mahasiswa yang Tuntut Keadilan, Rocky Gerung: Mereka Paham Arah Psikologi Masa

Aksi Bjorka Sejalan dengan Mahasiswa yang Tuntut Keadilan, Rocky Gerung: Mereka Paham Arah Psikologi Masa Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rocky Gerung mengatakan aksi Bjorka sejalan dengan para mahasiswa yang meminta keadilan dari pemerintah. Menurut Rocky, orang-orang sekarang menunggu manuver apa lagi yang akan dilakukan Bjorka.

“Gurunya (Bjorka) punya permainan apa lagi nih? Aktivitas ini sebenarnya sejalan dengan mahasiswa, betul-betul ini festival of democracy,” ungkapnya seperti dilansir dari Youtube Channelnya Senin, (19/09/22).

Rocky juga menambahkan gerakan mahasiswa 2022 itu sama dengan gerakan mahasiswa pada tahun 1998. 

Baca Juga: Guys! Ini Rekomendasi Langkah Strategis Mitigasi Serangan Bjorka

“Semua dapat inspirasi itu dari kakak-kakaknya. Jadi tersambung sejarah gerakan mahasiswa itu, kalau kami mahasiswa ya kami harus tau apa yang terjadi 1998,” kata dia. 

“Kalau dibilang sejarah berulang, ya memang berulang. Karena diceritakan secara naratif dan memang banyak video-video lama terkait demokrasi. Rasa etis dan moral mahasiswa tinggi itu. Para orator mahasiswa itu juga keren-keren. Mereka paham arah psikologi masa,” tambahnya.  

Rocky juga menyinggung gerakan-gerakan perlawanan di Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai universitas almamater Presiden Jokowi. 

Baca Juga: Ungkap Kebocoran Data Ternyata Palsu, Anak Buah Prabowo: Jangan Percaya Hacker Bjorka

“Saya kira, faktor UGM ini penting sekali, UGM fightback, jadi mereka merasa malu pernah menghasilkan seseorang yang ternyata tidak punya kapasitas,” ungkap Rocky. 

“Dan rasa malu ini yang secara implisit merek membakar simbol-simbol seperti membakar almamater. UGM bisa menjadi center of gravity apalagi UGM disebut sebagai universitas rakyat. Jadi semua kebijakan yang pro rakyat itu dibuat di UGM,” tambahnya. 

Rocky menyebutkan perbedaan gerakan mahasiswa 1998 dan 2022 secara garis besar ada di media digital. 

Baca Juga: Pemuda Madiun Akhirnya Jadi Tersangka Usai Dituduh sebagai Hacker Bjorka, Polri Buka-bukaan Soal Perannya: Hanya Wajib Lapor

“Bedanya itu, on real time kita bisa melihat apa yang terjadi. Dulu 1998 tidak begitu, paling banyak SMS. Ini sekarang ada video, sosial media langsung saat itu juga kita bisa melihat, kita terbantu digital devices dan Bjorka adalah bagian dari ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Waduh! Berniat Usulkan Ganjar, Politikus PDIP Ini Minta PAN Berhati-hati

Baca Juga: Pendukungnya Sebut Anies Kerap Diserang Isu Hoaks, Waketum Partai Garuda Sentil: Jika Tidak Mampu Menari, Jangan Salahkan Lantainya

Penulis: Sabrina Mulia Rhamadanty
Editor: Sabrina Mulia Rhamadanty

Advertisement

Bagikan Artikel: