Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Waketum Partai Garuda: Apa Kalian Takut Kalau Jokowi Kembali Dicalonkan Meski jadi Cawapres?

Waketum Partai Garuda: Apa Kalian Takut Kalau Jokowi Kembali Dicalonkan Meski jadi Cawapres? Kredit Foto: IST
Warta Ekonomi, Jakarta -

Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono berpendapat presiden yang sudah 2 periode bisa maju menjadi cawapres dan dianggap tidak melanggar konstitusi.

Menanggapi wacana itu, Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menilai pihak yang menolak usulan tersebut tak perlu merasa kebakaran jenggot dan merasa takut untuk bersaing sebelum pertarungan capres dimulai.

Teddy menilai hal ini sudah diatur dalam UU, bahwa MK-lah yang menjadi lembaga penafsir tunggal konstitusi.

"Padahal jelas mereka yang keliru, kenapa? Karena penafsir tunggal konstitusi adalah Mahkamah Konstitusi, bukan Partai Politik, ormas, pengamat politik, tokoh politik atau masyarakat lainnya. Jadi bagaimana bisa ada yang menyatakan keliru, padahal mereka tidak punya kewenangan untuk menafsirkan,"

Ia menilai jika ada Partai Politik atau gabungan Partai Politik Peserta Pemilu ingin mengusulkan Jokowi sebagai calon Wakil presiden, maka secara konstitusi dibolehkan. Yang tidak dibolehkan adalah jika Jokowi diusulkan untuk menjadi Calon Presiden, karena beliau telah 2 periode menjadi Presiden.

"Mengapa begitu khawatir jika secara konstitusi dibolehkan? Apa yang kalian takutkan jika Jokowi kembali dicalonkan walaupun sebagai calon wakil presiden? Kenapa hak prerogatif Partai Politik Peserta Pemilu yang lain dipermasalahkan sedangkan hal itu tidak melanggar konstitusi?," terangnya.

"Usulkan saja calon potensial kalian, jika tidak memiliki calon potensial, maka gabung saja dengan Partai Politik yang memiliki calon potensial. Untuk urusan konstitusi, biarkan MK yang menilai apakah boleh secara konstitusi atau tidak. Bukan kalian," tutupnya.

Baca Juga: Terungkap! Begini Alasan Dua ART Ferdy Sambo Tidak Dipidana Hakim, Meskipun Terindikasi Sampaikan Keterangan Palsu

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: