Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Makin Panas! Aria Bima Sebut SBY Khawatirkan Nasib AHY di Pilpres 2024, Jubir Demokrat: Ini Nasihat Orang Tua!

Makin Panas! Aria Bima Sebut SBY Khawatirkan Nasib AHY di Pilpres 2024, Jubir Demokrat: Ini Nasihat Orang Tua! Kredit Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Retorika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal dugaan Pemilu 2024 yang tak adil juga disebut Aria Bima sebagai bentuk kekhawatirannya terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Aria Bima menilai, pidato SBY itu untuk mengantisipasi bila nanti AHY tak menjadi capres atau cawapres, akan disebut sebagai penjegalan.

"Kalau enggak mendapatkan dukungan jangan bilang dijegal," kata anggota DPR RI tersebut.

Baca Juga: Soal Kemungkinan Pasangan Capres-Cawapres Pilpres 2024 Hanya Dua, Rocky Gerung: Itukan Konyol!

"Pernyataan SBY ini menunjukkan kekhawatiran beliau, kalau sampai ada dua calon [capres-cawapres] kemudian AHY enggak bisa masuk, sehingga itu nanti dikatakan penjegalan." katanya. 

Menjawab pernyataan Aria Bima, Herzaky Mahendra Putra, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP dan Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat mengatakan bahwa SBY tidak pernah atur-atur pemilu. 

“Pak SBY tidak pernah mengkonsolidasikan relawannya, bolak-balik berkumpul dengan para relawan pendukungnya ketika beliau masih berkuasa, membahas-bahas mengenai capres setelah era beliau yang akan didukung. Beliau membebaskan kepada rakyat mau memilih siapapun capres  pengganti beliau di Pilpres 2014,” kata Herzaky. 

Bahkan menurutnya, saat Hatta Rajasa yang merupakan besannya maju menjadi cawapres di 2014, SBY dan Demokrat menyatakan netral, tidak mendukung salah satu pasangan calon.

Baca Juga: SBY Bakal Turun Gunung untuk Persiapan Pilpres 2024, Denny Siregar: Seperti Seorang Bapak Kaya Raya yang Ingin Perusahaan Tetap Berjaya

“Terakhir, kami harap Aria Bima makin tua makin bijak, bukan makin pelupa, apalagi melupakan sejarah. Yang sibuk playing victim itu teman-teman Aria Bima, yang tidak pernah ikhlas jagoannya kalah di 2004 dan 2009, dan selalu menuduh pihak lain curang,” kata Herzaky. 

“Padahal, pemilu yang komisioner KPU ditangkap karena kasus suap itu adanya di Pemilu 2019, bukan 2009, dan melibatkan kadernya partai Aria Bima, Harun Masiku, yang sudah buron 1.000 hari lebih,” tambahnya. 

Baca Juga: Ternyata Ini Tiga Nama Bakal Capres Nasdem untuk Berlaga di Pilpres 2024 Berdasarkan Rapimnas

Menurut Herzaky ini adalah langkah dan nasihat dari orang tua, mengingatkan anak-anaknya.

“Mengapa malah tetangga-tetangga yang nyolot dan menuduh macam-macam? Perasaan kami tidak pernah campur urusan rumah tangga orang lain?” katanya. 

Baca Juga: Perkuat Ekosistem Syariah, BSI Gandeng Bank Riau Kepri Syariah dan Bank Sulselbar

Penulis: Sabrina Mulia Rhamadanty
Editor: Sabrina Mulia Rhamadanty

Advertisement

Bagikan Artikel: