Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Spanyol Diguncang Teror Paket Bom, Polisi Tegas Sampingkan Keterlibatan Rusia karena...

Spanyol Diguncang Teror Paket Bom, Polisi Tegas Sampingkan Keterlibatan Rusia karena... Kredit Foto: AP Photo/Joan Mateu Parra
Warta Ekonomi, Madrid -

Enam paket bahan peledak yang dikirim selama seminggu terakhir ke berbagai target di seluruh Spanyol kemungkinan besar merupakan karya satu individu di negara itu, berbeda dengan kelompok terorganisir, menurut La Sexta, mengutip pihak berwenang yang menyelidiki masalah tersebut.

Jaringan TV tersebut mengatakan mengetahui bahwa polisi telah mengesampingkan keterlibatan dinas intelijen Rusia, dan bekerja dengan "kepastian" atas dasar bahwa itu adalah pekerjaan individu yang sama.

Baca Juga: Kedutaan Besar Ukraina di Madrid Diledakkan, Spanyol Kerahkan Polisi Anti-Teroris

Pada hari Rabu, sebuah paket berisi alat peledak dikirim ke kedutaan Ukraina di Madrid, dan meledak di tangan seorang karyawan, yang dilaporkan hanya mengalami luka ringan di jari-jarinya.

Menyusul insiden itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba memerintahkan semua kedutaan Ukraina di seluruh dunia untuk memperketat keamanan, sementara Menteri Pertahanan negara itu Aleksey Reznikov menuding Moskow dan menuduhnya melakukan terorisme.

Rusia telah membantah keterlibatan apa pun, dan Kedutaan Besar Moskow di Spanyol telah menekankan pada saluran telegram resminya bahwa pihaknya “mengutuk setiap ancaman atau tindakan teroris, terutama yang dilakukan terhadap misi diplomatik.”

Selama seminggu terakhir, paket berisi alat peledak dikirim ke Kedutaan Besar Ukraina dan AS di Madrid, Kementerian Pertahanan Spanyol, kediaman Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, pusat satelit di pangkalan udara Torrejon de Ardoz, dan pabrik senjata Instalaza. di Zaragoza, yang memproduksi peluncur granat yang ditujukan untuk Ukraina.

Sementara penyelidikan masih berlangsung, pihak berwenang telah mengungkapkan bahwa semua surat itu sangat mirip dan dikirimkan dalam amplop coklat yang identik dengan kawat perjalanan dan bahan peledak yang dapat ditemukan di toko petasan.

Para ahli sekarang sedang memeriksa tulisan tangan dan detail lain tentang surat-surat itu, dalam upaya untuk melacak asalnya, menurut Wakil Menteri Dalam Negeri Spanyol Rafael Perez.

Dia juga menjelaskan pada hari Kamis bahwa surat-surat itu tampaknya dirancang untuk menyebabkan suar tiba-tiba daripada ledakan, dan menyatakan bahwa surat-surat itu tidak menjamin peningkatan tingkat ancaman teror di negara tersebut.

Baca Juga: Said Didu Tegaskan Ada 10 Agenda yang Harus Dilakukan Anies Baswedan Jika Terpilih Jadi Presiden 2024

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: