Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tak Ambil Pusing, Relawan Sebut Penolakan Kedatangan Anies di Sulsel Ulah 'Pihak Sebelah'

Tak Ambil Pusing, Relawan Sebut Penolakan Kedatangan Anies di Sulsel Ulah 'Pihak Sebelah' Kredit Foto: Antara/Ampelsa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rencana bakal capres Partai NasDem, Anies Baswedan, kunjungi Sulawesi Selatan disebut bakal diwarnai demonstrasi penolakan. Anies dijadwalkan melakukan kunjungan di Sulsel selama dua hari, 11 hinga 12 Desember 2022, dan akan mendatangi tiga daerah sekaligus, yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Pangkep.

Soal penolakan kedatangan Anies, beberapa simpul relawan Anies melaporkan bahwa akan ada demonstrasi yang dilakukan pihak-pihak tertentu menolak kedatangan mantan Gubernur DKI Jakarta itu di Makassar. Bahkan, foto spanduk yang akan digunakan sudah beredar luas di lini massa.

Baca Juga: Harus Putuskan Segera, Mahfud MD Berpotensi Ditarik Anies dan PDIP

Spanduk berupa kain putih dengan tinta merah itu bertuliskan seruan penolakan kedatangan Anies di Kota Makassar. "Menolak kedatangan Anies di Makassar. Terdapat unsur kampanye sebelum masa kampanye ditetapkan," demikian isi seruan spanduk tersebut.

Ketua Umum Relawan Soelawesi Pejuang Anies (RESOPA Anies) Syarif Borahima menuturkan, saat ini saja belum masuk ke tahapan Pemilu dan Anies juga hanya rakyat biasa, belum ditetapkan sebagai Capres oleh KPU.

"Kedatangan Anies ke Sulsel tak lebih dari silaturahmi biasa," ungkap Syarif dalam keterangannya, Senin (5/12/2022).

Sementara itu, Edi Kiswanto, Ketua Umum Relawan Anies Alumni Universitas Hasanuddin (RELAUNHAS), tak mau ambil pusing dengan demo penolakan tersebut. Baginya, itu hak demokrasi meski terkesan ter-setting karena terjadi di beberapa daerah.

Baca Juga: ‘Itu Kalau Maju Tidak Sesuai Strategi Koalisi, Kasusnya Bank Banten’ Denny Indrayana Bongkar Obrolan dengan Mahfud MD Soal Koalisi Capres

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel: