Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ambil Alih Langsung, Prabowo Percepat Kerja Sama RI-Rusia dan Soroti BRICS

Ambil Alih Langsung, Prabowo Percepat Kerja Sama RI-Rusia dan Soroti BRICS Kredit Foto: BPMI Setpres/Cahyo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal tegas soal arah baru hubungan Indonesia dengan Rusia, dengan memilih turun langsung menangani kerja sama yang dinilai belum maksimal. Langkah ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat implementasi kemitraan strategis di tengah dinamika global.

Pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin di Kremlin menjadi momentum penting, terutama karena pembahasan tidak lagi sebatas diplomasi umum. Fokus pembicaraan mulai mengarah pada sektor strategis seperti hubungan moneter antarnegara.

Prabowo mengakui masih ada sejumlah kerja sama yang berjalan lambat sehingga membutuhkan perhatian khusus dari level tertinggi pemerintahan. Ia pun memastikan akan mengambil alih langsung pengawasan pada sektor yang dinilai krusial tersebut.

“Ada satu dua yang perlu kita percepat dan saya akan segera menangani sendiri. Terutama antara hubungan moneter di antara kedua pihak saya akan mengawasi sendiri,” kata Prabowo dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/2/2026).

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa kerja sama Indonesia–Rusia kini mulai masuk ke ranah yang lebih dalam dan sensitif. Sektor moneter yang disorot membuka peluang arah kebijakan baru dalam hubungan ekonomi bilateral.

Di sisi lain, Prabowo menegaskan bahwa sebagian besar kesepakatan antara kedua negara sebenarnya telah menunjukkan perkembangan positif. Namun, masih ada beberapa bidang yang membutuhkan dorongan percepatan agar hasilnya bisa segera dirasakan.

Dalam pertemuan itu, Prabowo juga menyoroti peran Rusia sebagai mitra strategis yang memberikan dukungan nyata bagi Indonesia. Dukungan tersebut terlihat dalam berbagai sektor penting, termasuk di level kerja sama global.

Salah satu yang disampaikan adalah dukungan Rusia terhadap proses bergabungnya Indonesia ke dalam blok ekonomi BRICS. Proses yang berjalan cepat itu dinilai menjadi bukti kuatnya hubungan kedua negara.

“Dalam beberapa hal yang sangat penting bagi Indonesia, Presiden Putin mendukung dan memberi dukungan kepada keperluan-keperluan Indonesia,” ujarnya.

Kedekatan ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Rusia tidak hanya bersifat bilateral, tetapi juga memiliki dimensi geopolitik yang lebih luas. Hal ini menjadi penting di tengah perubahan peta kekuatan ekonomi global.

Prabowo juga mengungkapkan komunikasi intens dengan berbagai pihak Rusia telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Interaksi tersebut melibatkan pejabat hingga perusahaan yang dinilai memberikan hasil pembicaraan yang produktif.

“Saya sudah jumpa dengan banyak delegasi dari Rusia di Jakarta dan juga di Moskow bahwa baru saja saya bertemu beberapa pejabat dari Rusia dan beberapa perusahaan dari Rusia. Saya sangat berterima kasih karena pembicaraannya sangat produktif,” katanya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di Moskow, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Rusia di Tengah Dinamika Global

Kunjungan ini sekaligus menegaskan langkah aktif diplomasi Indonesia dalam memperluas kemitraan strategis. Pemerintah ingin memastikan posisi Indonesia tetap kuat dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Prabowo mengirim sinyal bahwa Indonesia tengah bersiap memainkan peran lebih besar di panggung internasional. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi sekaligus posisi geopolitik Indonesia ke depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement