'Kami Tak Lihat Itikad Baik,' Amerika Ragu Iran Akan Tepati Hasil Kesepakatan Washington-Teheran
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal kuat bahwa Washington masih meragukan komitmen Iran untuk mematuhi hasil negosiasi yang sedang berlangsung. Keraguan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Presiden AS JD Vance yang menegaskan bahwa setiap kesepakatan dengan Teheran harus disertai mekanisme pengawasan dan verifikasi yang ketat.
Menurut Vance, keberhasilan sebuah perjanjian tidak ditentukan oleh isi dokumen yang ditandatangani, melainkan oleh kesediaan Iran menjalankan seluruh kewajiban yang telah disepakati.
Baca Juga: Ujungnya Prabowo Ikut Terkejut, Ternyata Pernah Ada Arahan di Ombudsman agar Tak Awasi Program MBG
"Sikap presiden dalam hal ini adalah kita harus memverifikasi," kata Vance, dikutip Selasa (9/6).
Ia menegaskan bahwa pemerintah AS tidak akan begitu saja menerima janji yang diberikan Iran dalam proses perundingan.
Menurutnya, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa kesepakatan tanpa pengawasan yang kuat berisiko gagal mencapai tujuan utama, yakni mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
Vance secara khusus menyinggung perjanjian nuklir era pemerintahan sebelumnya yang menurutnya memiliki kelemahan dalam sistem inspeksi.
Ia menilai tidak adanya mekanisme pengawasan yang memadai membuat Amerika Serikat kesulitan memastikan aktivitas nuklir Iran benar-benar berada dalam batas yang diperbolehkan. Karena itu, pemerintahan Trump mengaku akan mengedepankan prinsip "percaya melalui verifikasi" dalam setiap tahapan negosiasi.
Bahkan Vance secara terbuka menyatakan bahwa Washington tidak berasumsi semua pihak yang terlibat dalam perundingan bertindak dengan itikad baik.
"Kami tidak mengasumsikan siapa pun bertindak dengan itikad baik," ujarnya.
Menurut Vance, tugas pemerintah Amerika bukan hanya mencapai kesepakatan, tetapi juga memastikan Iran mematuhi seluruh kewajiban dalam jangka panjang.
Meski demikian, ia mengakui peluang tercapainya perjanjian masih terbuka karena Iran juga diyakini tidak ingin konflik berkepanjangan terus berlangsung.
Pemerintahan Trump menilai posisi tawar Amerika Serikat saat ini cukup kuat untuk mendorong tercapainya kesepakatan baru.
Vance mengatakan Teheran mulai menunjukkan kesediaan membawa sejumlah proposal serius ke meja perundingan, meskipun seluruh komitmen tersebut nantinya tetap harus diuji melalui mekanisme verifikasi yang ketat.
Menurutnya, apabila kesepakatan akhirnya tercapai dan terbukti dijalankan oleh Iran, hasil tersebut akan menjadi kemenangan besar bagi Amerika Serikat.
Baca Juga: 'Dua Minggu Lagi,' Amerika Yakin Akan Raih Kemenangan Total di Perang Iran
Namun di balik optimisme itu, pernyataan Vance menunjukkan bahwa Washington masih menyimpan keraguan besar terhadap kesediaan Iran untuk benar-benar memenuhi seluruh isi perjanjian, sehingga pengawasan ketat akan menjadi syarat utama sebelum kesepakatan apa pun dianggap berhasil.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: