Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Imbas Konflik Timur Tengah dan Lonjakan Minyak Dunia
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada awal perdagangan Senin (20/7/2026), mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di posisi Rp17.977,00 per dolar AS pada pembukaan perdagangan. Posisi tersebut melemah 56 poin atau 0,31% dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan ini memperpanjang tekanan terhadap mata uang Garuda yang masih dibayangi sentimen eksternal, terutama meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia dan memperkuat dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan rupiah pada awal pekan ini.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya eskalasi di Timur Tengah yang kembali melonjakkan harga minyak dunia dan indeks dolar AS," ujar Lukman kepada Warta Ekonomi, Senin (20/7/2026).
Harga minyak Brent sebagai acuan internasional untuk kontrak pengiriman September melonjak sekitar 2,27% hingga menembus level US$90 per barel. Di sisi lain, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turut menguat 2,4% menjadi US$84,49 per barel.
Meski demikian, Lukman menilai pelemahan rupiah berpotensi terbatas karena masih ditopang sentimen positif dari dalam negeri.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.921, Didorong Sentimen Positif Survei BI
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp17.958 per dolar AS, Analis Waspadai Rebound Dolar AS
Aliran dana asing (foreign inflow) yang masuk ke pasar saham maupun Surat Berharga Negara (SBN) dinilai dapat membantu menahan tekanan terhadap mata uang domestik.
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: