Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sivali dan Canonical Dorong Open Source untuk Perkuat Kedaulatan Digital

Sivali dan Canonical Dorong Open Source untuk Perkuat Kedaulatan Digital Kredit Foto: Sivali Cloud
Warta Ekonomi, Jakarta -

Meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital yang aman, terbuka, dan berkelanjutan mendorong penguatan ekosistem open source sebagai salah satu strategi memperkuat kedaulatan digital nasional. Model teknologi terbuka dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap platform proprietari sekaligus memberi keleluasaan bagi pemerintah dan pelaku usaha dalam mengelola infrastruktur teknologi informasi.

Isu tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Partner Sprint 2026 yang diselenggarakan Sivali Cloud Technology bersama Canonical di Jakarta. Forum tersebut mempertemukan mitra bisnis dari berbagai wilayah di Indonesia untuk membahas pengembangan infrastruktur digital berbasis open source bagi sektor pemerintah maupun korporasi.

CEO Sivali Cloud Technology Wong Sui Jan mengatakan kolaborasi dengan Canonical bertujuan mempercepat transformasi digital yang didukung teknologi terbuka dan aman.

“Hal ini menunjukkan komitmen kuat Canonical dan Sivali Cloud Technology dalam mempercepat transformasi digital yang aman bagi pasar Indonesia,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Sivali dan Canonical memaparkan empat fokus pengembangan ekosistem open source di Indonesia, yakni modernisasi infrastruktur digital, penguatan keamanan sistem, pembangunan sovereign cloud, serta penyederhanaan implementasi teknologi bagi mitra.

Menurut perusahaan, adopsi virtualisasi berbasis open source memberi fleksibilitas lebih besar bagi organisasi dalam membangun software-defined data center tanpa bergantung pada perubahan lisensi maupun pembaruan perangkat keras yang kerap menyertai solusi proprietari.

Canonical menawarkan portofolio virtualisasi untuk kebutuhan perusahaan dengan dukungan keamanan serta layanan pemeliharaan jangka panjang hingga 15 tahun.

Selain itu, melalui layanan Ubuntu Pro, perusahaan maupun instansi pemerintah memperoleh pembaruan keamanan jangka panjang untuk sistem operasi, infrastruktur, dan aplikasi, sekaligus dukungan terhadap kepatuhan berbagai standar keamanan.

Skema tersebut ditujukan untuk membantu organisasi mengurangi kompleksitas pengelolaan keamanan sistem serta mendukung pemenuhan berbagai persyaratan regulasi.

Salah satu fokus utama yang disoroti dalam forum tersebut adalah pengembangan sovereign cloud sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan data nasional.

Melalui pendekatan tersebut, organisasi dapat mengelola data dan infrastruktur secara mandiri tanpa ketergantungan terhadap penyedia eksternal, sekaligus tetap memanfaatkan fleksibilitas teknologi open source.

Canonical menyatakan solusi tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan organisasi yang harus mematuhi regulasi terkait perlindungan data dan keamanan informasi, terutama di sektor pemerintahan maupun industri strategis.

Selain aspek teknologi, Canonical juga menyederhanakan proses onboarding dan operasional bagi mitra lokal agar implementasi solusi dapat berlangsung lebih cepat, termasuk dalam proses pengadaan teknologi informasi.

Executive Vice President Sivali Cloud Technology Ryo Ardian mengatakan penguatan kolaborasi dengan Canonical diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi open source di Indonesia.

“Kami berkomitmen membantu membangun fondasi teknologi yang mandiri, aman, dan berdaya saing global untuk masa depan Indonesia,” kata Ryo.

Forum tersebut turut menghadirkan jajaran eksekutif Canonical, antara lain Asia Pacific Account Director Leo Sun, Asia Pacific Channel Manager Joyce Young, Alliance Field Engineer Zhang Lei Mao, serta Asia Pacific Telco Field Engineering Manager Sikander Singh.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri