- Home
- /
- EkBis
- /
- Infrastruktur
Nutanix Perkuat Infrastruktur Agentic AI, Dorong Perusahaan Jalankan AI Tanpa Rombak Sistem
Kredit Foto: Istimewa
Perusahaan teknologi hybrid cloud Nutanix memperkuat kapabilitas infrastrukturnya untuk mendukung penerapan agentic artificial intelligence (AI) di lingkungan produksi. Langkah tersebut dilakukan melalui pembaruan Nutanix Enterprise AI (NAI) 2.8 dan Nutanix Kubernetes Platform (NKP) 2.19.
Pengembangan ini menjadi bagian dari strategi Nutanix menghadirkan arsitektur dual-native yang memungkinkan perusahaan menjalankan virtual machine (VM) dan container secara berdampingan dalam satu lingkungan yang dikelola secara konsisten.
Nutanix menilai pendekatan tersebut penting karena banyak perusahaan masih menjalankan aplikasi dan data bisnis dalam lingkungan virtualisasi, sementara pengembangan AI modern semakin banyak menggunakan teknologi berbasis container. Perbedaan arsitektur ini berpotensi menciptakan silo baru, memaksa perusahaan memindahkan data, hingga melakukan desain ulang terhadap sistem yang sudah berjalan.
Executive Vice President, Product Management Nutanix Thomas Cornely mengatakan implementasi AI seharusnya tidak mengharuskan perusahaan membangun kembali sistem yang selama ini menjadi fondasi operasional bisnis.
“Melalui arsitektur dual-native kami, pelanggan dapat menghadirkan AI langsung ke aplikasi dan data yang sudah ada, sekaligus menjalankan setiap workload pada infrastruktur yang paling sesuai,” ujar Thomas.
Menurut dia, pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan mempertahankan operasional dan tata kelola yang konsisten di berbagai lingkungan VM, container, dan AI. Dengan demikian, perusahaan memiliki jalur yang lebih praktis untuk membawa AI ke tahap produksi tanpa harus menciptakan silo baru.
Perkuat Pengelolaan Agentic AI
Nutanix Enterprise AI 2.8 kini telah tersedia secara umum. Platform tersebut dirancang untuk membantu perusahaan menerapkan, mengelola, dan meningkatkan skala workload AI dalam lingkungan hybrid cloud.
Salah satu pembaruan utamanya adalah Nutanix Agent Gateway yang kini menghadirkan Model Context Protocol (MCP) Gateway secara umum. Teknologi tersebut berfungsi sebagai pintu masuk terpusat untuk mengatur koneksi AI agent dengan aplikasi dan data melalui MCP.
Nutanix juga memperkenalkan MCP Server untuk Nutanix Cloud Platform (NCP). Kapabilitas ini memungkinkan pelanggan membangun aplikasi agentic AI dengan akses yang lebih terkontrol terhadap infrastruktur yang dikelola Nutanix.
Di sisi lain, fitur Nutanix Private Inference diperkuat dengan kemampuan fine-tuning dan inference yang ditujukan untuk kebutuhan AI perusahaan.
Salah satu kemampuan yang ditawarkan adalah Parameter-Efficient Fine-Tuning melalui metode Low Rank Adaptation (LoRA). Teknologi tersebut memungkinkan perusahaan menyesuaikan model open large language model (LLM) berukuran lebih kecil dengan menggunakan data privat dan komputasi single-GPU.
Nutanix juga menghadirkan scalable multi-GPU serving melalui teknologi tensor parallelism. Kapabilitas tersebut memungkinkan proses inference LLM berjalan dengan throughput tinggi dalam lingkungan hybrid cloud.
Selain itu, fitur speculative decoding diklaim mampu mempercepat pembuatan token dalam proses inference LLM hingga 2,5 kali dengan memanfaatkan model draft yang lebih ringan.
Aspek keamanan juga menjadi perhatian, terutama seiring meningkatnya penggunaan AI agent. Nutanix memperkuat perlindungan terhadap potensi rogue AI melalui Identity and Access Management (IAM), custom roles, dan pengaturan model sharing.
Pendekatan tersebut menggunakan prinsip least privilege, sehingga akses AI agent dapat dibatasi berdasarkan peran dan otorisasi yang telah ditentukan.
Baca Juga: PLN Energi Gas Gandeng Polda Kaltim Amankan Infrastruktur Gas Tanjung Batu
Kubernetes untuk AI Skala Produksi
Selain NAI 2.8, Nutanix juga menyiapkan NKP 2.19. Platform Kubernetes tersebut dirancang untuk menyederhanakan pengelolaan container baik pada infrastruktur bare metal maupun virtualisasi.
NKP 2.19 akan membawa sejumlah kapabilitas yang ditujukan untuk pengembangan dan pengoperasian aplikasi agentic AI dalam skala besar.
Salah satunya adalah NKP Metal yang dirancang untuk memberikan kemudahan pengelolaan Kubernetes pada infrastruktur bare metal. Platform ini mencakup otomatisasi penerapan sistem operasi, firmware, dan container, serta dukungan penyimpanan persisten kelas enterprise.
Nutanix juga mempertahankan NKP pada AHV sebagai pilihan bagi perusahaan yang membutuhkan lingkungan virtualisasi. Integrasi dengan Nutanix Flow dirancang untuk memberikan network-level sandboxing yang lebih kuat bagi AI agent sehingga dapat membantu mengurangi risiko serangan rogue AI dan lateral movement.
Platform tersebut juga dilengkapi AI Applications Catalog yang menyediakan sejumlah perangkat lunak AI dan machine learning yang telah dikurasi dan divalidasi, termasuk Kubeflow, Milvus, dan Slurm.
NKP juga telah memperoleh sertifikasi dari Cloud Native Computing Foundation (CNCF) untuk memvalidasi API dan kapabilitas standar yang diperlukan dalam menjalankan workload AI enterprise.
Dorong Infrastruktur AI Lebih Fleksibel
Nutanix turut memperkuat infrastruktur penyimpanan untuk mendukung kebutuhan AI berperforma tinggi. Nutanix Unified Storage (NUS) telah memperoleh validasi NVIDIA-Certified Storage tingkat enterprise.
NUS dirancang menyediakan jalur data dengan latensi rendah dan throughput tinggi menuju GPU. Kemampuan tersebut ditujukan untuk membantu meningkatkan utilisasi GPU dan mendukung skalabilitas workload AI dalam lingkungan produksi.
Vice President and General Manager APJ Nutanix Jay Tuseth mengatakan perusahaan di kawasan Asia Pasifik dan Jepang kini menghadapi tuntutan untuk mengubah investasi AI menjadi hasil bisnis yang nyata.
“Seiring adopsi agentic AI yang semakin pesat, prioritas di kawasan ini adalah menemukan cara yang lebih sederhana untuk menjalankan AI dalam skala besar, lengkap dengan tata kelola, keamanan, dan konsistensi yang dibutuhkan oleh lingkungan produksi,” ujarnya.
Menurut Jay, perusahaan membutuhkan fleksibilitas untuk mengadopsi AI berdasarkan kebutuhan dan strategi masing-masing tanpa harus melakukan proyek perancangan ulang arsitektur dalam skala besar.
Di sisi lain, perkembangan tersebut membuka peluang bagi mitra teknologi dan penyedia layanan untuk mengembangkan layanan cloud dan AI baru yang dapat membantu perusahaan melakukan modernisasi.
Baca Juga: Investasi Jakarta Tembus Rp173,6 Triliun, Sektor Digital Jadi Salah Satu Penopang
Bidik Peluang Baru bagi Mitra
Nutanix juga memperluas ekosistem bisnisnya melalui program Powered by Nutanix: Verified Services. Program ini ditujukan untuk membantu mitra mengembangkan layanan tervalidasi dengan model pendapatan berulang.
Program tersebut menyediakan kerangka kerja, proses onboarding, service delivery kit, serta berbagai sertifikasi untuk layanan yang mencakup hybrid cloud, Kubernetes, dan migrasi VM.
Nutanix juga telah menyediakan Service Provider Central secara umum. Platform control plane multitenant ini dirancang untuk membantu service provider membangun dan memonetisasi layanan infrastruktur, aplikasi, cloud-native, hingga AI.
Langkah tersebut juga menyasar penyedia layanan yang terdampak perubahan ekosistem virtualisasi, termasuk pergeseran dari VMware menuju alternatif infrastruktur lainnya.
Dengan model tersebut, Nutanix ingin memberikan fleksibilitas kepada penyedia layanan dalam menentukan lokasi implementasi dan model lisensi, sekaligus membantu mereka meningkatkan utilisasi dan menjaga margin bisnis.
NAI 2.8 dan SP Central saat ini telah tersedia secara umum, sedangkan NKP 2.19 dijadwalkan tersedia dalam waktu dekat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: